PASAMAN BARAT — Ibu hamil dengan kehamilan berisiko tinggi atau yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan di Pasaman Barat kini bisa menginap gratis di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Fasilitas itu berada tepat di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak, sehingga akses ke ruang bersalin hanya hitungan menit.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengatakan RTK diperuntukkan bagi ibu hamil beserta satu orang pendamping. “RTK ini telah kami sediakan bagi ibu hamil dan pendamping yang tinggal di daerah yang jauh, agar saat melahirkan dekat dengan fasilitas kesehatan,” ujarnya di Simpang Empat, Sabtu (18/7/2026).
RTK bukan sekadar kamar kosong. Dinas Kesehatan melengkapi hunian sementara ini dengan kamar inap yang aman, dapur lengkap dengan peralatan memasak, ruang tamu, serta perlengkapan kebersihan. Penghuni juga bisa berkomunikasi langsung dengan bidan atau dokter jaga kapan saja.
Selama masa tinggal, pasien dan pendamping mendapat konsumsi gratis. “Setiap sasaran berhak menggunakan RTK dengan ketentuan masih tersedia, diutamakan pada kehamilan berisiko atau riwayat komplikasi persalinan,” jelas Gina.
Jika dalam waktu bersamaan ada lebih dari satu ibu hamil yang membutuhkan RTK, Dinas Kesehatan akan menerapkan skala prioritas. Ibu dengan kondisi medis kronis seperti diabetes, hipertensi, atau jantung akan didahulukan. Begitu pula mereka yang memiliki riwayat komplikasi pada persalinan sebelumnya.
Fungsi utama RTK, menurut Gina, adalah mendekatkan akses pelayanan kesehatan dengan memperpendek jarak tempuh. Targetnya, tidak ada lagi persalinan yang terjadi di perjalanan atau di rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan RTK bisa menghubungi atau mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat. Alternatifnya, datang langsung ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan informasi dan proses pendaftaran.
Pemkab Pasaman Barat berharap keberadaan RTK bisa menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut. Sebagian besar desa di Pasaman Barat memiliki akses jalan yang terbatas, terutama saat musim hujan, sehingga kehadiran rumah tunggu menjadi solusi konkret.