PADANG — Kementerian Koperasi mencatat realisasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sudah mencapai 30.000 unit. Target akhir tahun ini, jumlah itu harus bertambah menjadi 40.000 unit di seluruh Indonesia.
Salah satu bangunan yang baru selesai dikerjakan berada di Lolong Belanti, Kota Padang, Sumatera Barat. Foto udara yang diperoleh Kamis (16/7/2026) memperlihatkan struktur fisik koperasi tersebut sudah rampung dan siap beroperasi.
Pencapaian 30.000 unit berarti 75 persen dari target tahunan sudah terpenuhi. Pemerintah masih perlu menyelesaikan 10.000 unit lagi dalam waktu kurang dari enam bulan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai lembaga ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Fungsinya mencakup simpan pinjam, pengelolaan usaha bersama, hingga distribusi barang kebutuhan pokok.
Tidak hanya desa, koperasi ini juga menjangkau kelurahan di perkotaan. Lolong Belanti, lokasi koperasi yang baru rampung di Padang, merupakan wilayah kelurahan—bukan desa. Ini menunjukkan cakupan program tidak terbatas pada daerah perdesaan.
Pemerintah mendorong KDMP menjadi motor ekonomi warga dari tingkat akar rumput. Setiap unit dikelola oleh pengurus yang dipilih dari warga setempat.
Kehadiran koperasi ini diharapkan memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM di kampung dan kelurahan. Warga yang selama ini kesulitan mengakses pinjaman bank bisa memanfaatkan layanan simpan pinjam koperasi.
Selain itu, koperasi bisa menjadi tempat penyediaan barang kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau karena rantai distribusi lebih pendek.
Data Kementerian Koperasi tidak merinci sebaran 30.000 unit yang sudah terbangun. Namun, Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi yang ikut mendorong percepatan pembentukan KDMP, terutama di daerah yang belum memiliki koperasi desa aktif.
Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Indonesia memiliki KDMP pada 2027. Tahun ini menjadi fase akselerasi setelah 30.000 unit pertama berhasil diwujudkan.