JAKARTA — Bupati Tanah Datar Eka Putra menilai pelestarian adat dan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau. Hal ini penting agar generasi penerus Minangkabau tetap mengenal dan memahami jati dirinya meskipun telah lama hidup jauh dari kampung halaman.
Menurut Eka, keberadaan masyarakat Minangkabau di rantau harus tetap diiringi dengan upaya menjaga identitas, nilai adat, serta budaya yang menjadi akar kehidupan masyarakat Minang. Ia mengapresiasi kegiatan BKTD Jabodetabek karena tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat pemahaman adat bagi anak cucu dan kemenakan yang lahir dan tumbuh besar di rantau.
Bundo Kanduang Jabodetabek Jadi Penggagas
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar dan pentas seni itu digelar di Hotel Horison Balairung Matraman, Jakarta. Antusiasme datang dari Bundo Kanduang dan masyarakat Minangkabau yang berada di Jakarta dan sekitarnya.
Eka menyampaikan apresiasi kepada panitia, khususnya Ketua Bundo Kanduang Jabodetabek Nita Ratu dan Bundo Emi Sajili, yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Semangat seperti ini yang harus kita tanamkan dalam organisasi. Sejak periode pertama saya menjabat sebagai Bupati, Bundo Nita selalu berkomunikasi secara intens dengan saya. Saya sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian yang terus diberikan untuk menjaga adat dan budaya Minangkabau,” ujar Eka.
Fasli Jalal: Adat Minangkabau Indak Lapuak Dek Hujan
Kegiatan itu turut menghadirkan Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D. Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional tersebut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat tema pembekalan adat Minangkabau.
Fasli menilai pembekalan adat merupakan langkah penting untuk memastikan nilai-nilai budaya Minangkabau tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Adat Minangkabau indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh. Ini yang harus kita pegang bersama. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana pun kita berada dan menjalani kehidupan di rantau, kita sebagai orang Minang harus tetap menjunjung jati diri sebagai orang Minangkabau,” katanya.
Pemangku Adat Tanah Datar Beri Pembekalan Langsung
Pembekalan adat disampaikan langsung oleh Ketua LKAAM Tanah Datar H. Aresno Dt. Andomo, S.Ag. Sebagai salah seorang pemangku adat Minangkabau, ia hadir langsung dari Tanah Datar untuk berbagi pengetahuan dan pemahaman mengenai adat istiadat Minangkabau kepada Bundo Kanduang se-Jabodetabek.
A. Dt. Andomo menyampaikan dirinya sangat antusias memenuhi undangan ini. Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan masih kuatnya kepedulian para Bundo Kanduang di perantauan untuk terus mempelajari, memahami, dan mewariskan adat istiadat Minangkabau kepada generasi penerus.
Selain Bupati Eka Putra, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis beserta istri, serta Ketua DARAM (Da’i Rantau Minang) Buya Dr. Elfa Hendri dan undangan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Minang, termasuk bagi generasi yang lahir dan tumbuh di perantauan.