AGAM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama kontraktor pelaksana, Hutama Karya, telah memulai perbaikan tanggul Sungai Tumayo yang jebol di Nagari Sungai Batang. Proyek perbaikan ini merupakan respons cepat atas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut akhir pekan lalu.
Sekretaris Nagari Sungai Batang, Ade Candra, mengonfirmasi bahwa alat berat sudah berada di titik tanggul yang rusak sejak Senin pagi. "Saat ini tanggul yang jebol sudah mulai diperbaiki. Ekskavator sudah berada di lokasi dan pekerjaan sedang berlangsung," ujarnya kepada Langgam.id, Senin (20/7/2026).
Banjir akibat jebolnya tanggul pertama kali terjadi pada Sabtu (18/7/2026) malam. Air meluap deras dan merendam pemukiman, sehingga sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Dua hari berselang, tepatnya pada Senin (20/7/2026), banjir kembali terjadi di lokasi yang sama.
Beruntung, banjir susulan tersebut tidak separah kejadian pertama. "Pada kejadian yang kedua, air hanya menggenangi badan jalan dan tidak sampai merendam rumah warga," jelas Ade Candra.
Ade Candra menekankan bahwa perbaikan tanggul merupakan langkah krusial untuk memutus siklus banjir susulan. Jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko luapan Sungai Tumayo saat hujan deras akan terus mengancam permukiman. "Kalau tidak diperbaiki luapan air sungai akan terus terjadi," tegasnya.
Proses pengerukan dan penimbunan kembali material tanggul kini menjadi prioritas utama. Dengan dikerahkannya alat berat, pihak kontraktor menargetkan perbaikan dapat berjalan cepat sebelum potensi hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut.
Hingga Selasa (21/7/2026) pagi, aktivitas perbaikan masih berlangsung. Warga setempat berharap tanggul yang diperkuat mampu menahan debit air sungai yang kerap naik saat musim hujan. Pemerintah nagari juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.