SOLOK — Diva Sobatul Islamiah (21) tak perlu lagi datang pagi-pagi ke puskesmas atau rumah sakit hanya untuk mengambil nomor antrean. Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Padang Kampus Solok ini mengaku sudah lama memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses layanan BPJS Kesehatan.
“Tidak perlu antre lama saat berobat, nomor antrean bisa diambil dari rumah saja,” ucapnya.
Menurut Diva, digitalisasi layanan kesehatan ini membuat proses berobat lebih efisien. Ia berharap semakin banyak peserta JKN yang mengunduh aplikasi tersebut agar waktu tunggu di fasilitas kesehatan bisa ditekan dan proses administrasi jadi lebih sederhana.
Pengalaman berbeda disampaikan Mutia Nayla (21). Mahasiswa itu baru mengenal berbagai fitur Mobile JKN setelah mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan di kampusnya. Sebelumnya, ia sempat kesulitan mengakses data kepesertaan karena kartu fisik JKN miliknya rusak.
Setelah mengunduh aplikasi, Mutia bisa langsung melihat status kepesertaan dan informasi penting lainnya melalui ponsel. “Ternyata, semua yang dibutuhkan peserta ada di aplikasi ini,” katanya.
Mutia berkomitmen mengenalkan Mobile JKN kepada keluarga dan teman-temannya agar lebih banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital yang sudah disediakan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menjelaskan bahwa aplikasi Mobile JKN terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan yang mudah diakses, termasuk bagi kalangan muda. Selain layanan administrasi, aplikasi ini dilengkapi fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang mendukung upaya promotif dan preventif.
“Kami berharap Aplikasi Mobile JKN tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi kepesertaan, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat,” ujar Neri (12/06).
Fitur skrining itu bisa digunakan peserta untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Dengan deteksi dini, peserta memiliki peluang lebih besar mengubah gaya hidup atau memperoleh penanganan medis sebelum penyakit berkembang parah. “Deteksi dini terhadap penyakit kronis sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari,” tambah Neri.
Neri menegaskan, BPJS Kesehatan akan terus memperluas edukasi pemanfaatan layanan digital ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan semakin banyak peserta JKN yang memanfaatkan seluruh fitur Mobile JKN sehingga akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat, efisien, dan berkualitas.