BMKG Prakirakan Hujan Masih Guyur Sebagian Wilayah Sumbar hingga 27 Juli 2026, Waspada Banjir dan Longsor

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 22:23:31 WIB
Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Padang, Sumatera Barat, Senin (21/7/2026).

PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 21 hingga 27 Juli 2026. Sepanjang pekan ini, sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih berpotensi diguyur hujan akibat pengaruh belokan angin, pertemuan massa udara, dan suhu permukaan laut yang hangat.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Minangkabau menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada awal pekan. Masyarakat diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi.

Rekor Curah Hujan Ekstrem di Pesisir Selatan dan Pasaman

Dalam tiga hari terakhir, sejumlah kabupaten/kota di Sumbar mencatat curah hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem. Pada 18 Juli 2026, hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Padang Pariaman dengan curah hujan mencapai 121 milimeter, disusul Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Agam.

Keesokan harinya, 19 Juli 2026, hujan dengan kategori sangat lebat hingga ekstrem kembali melanda Kabupaten Pasaman, Padang Pariaman, dan Agam. Curah hujan tertinggi pada hari itu tercatat di Pasaman sebesar 152 milimeter.

Puncaknya, pada 20 Juli 2026, Kabupaten Pesisir Selatan mencatat curah hujan ekstrem dengan angka tertinggi mencapai 164 milimeter. Angka ini menjadikan Pesisir Selatan sebagai wilayah dengan intensitas hujan paling tinggi selama periode tersebut.

Gelombang Kelvin dan Suhu Laut Hangat Picu Hujan Lebat

BMKG mengidentifikasi bahwa tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh aktifnya Gelombang Kelvin. Fenomena ini diperkuat oleh keberadaan belokan angin dan zona konvergensi di sepanjang wilayah Sumatera Barat.

“Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu permukaan laut yang tetap hangat sehingga meningkatkan pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Senin (21/7/2026).

Wilayah Mana yang Masih Berpotensi Hujan?

Untuk periode 21 hingga 23 Juli 2026, cuaca di Sumatera Barat diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan dan sedang. Namun, potensi hujan dengan intensitas sedang tetap perlu diwaspadai di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan.

Memasuki 24 hingga 27 Juli 2026, peluang hujan diperkirakan mulai menurun secara bertahap. Meski demikian, suhu muka laut yang masih hangat dan kondisi atmosfer yang labil tetap berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang dengan sebaran yang tidak merata.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: topsumbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top