Lapas Padang Resmi Buka Program Penyetaraan Pendidikan untuk 101 Warga Binaan, Wali Kota Hadir Langsung

Penulis: Ridwan Azhari  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 10:11:01 WIB
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri langsung pembukaan program penyetaraan pendidikan bagi 101 warga binaan di Lapas Kelas II A Muaro Padang.

PADANG — Sebanyak 101 warga binaan Lapas Kelas II A Muaro Padang resmi mengikuti program penyetaraan pendidikan yang dibuka pada Kamis pekan lalu. Program ini mencakup tiga jenjang, dengan rincian 39 peserta untuk paket A, 34 peserta paket B, dan 28 peserta paket C.

Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya memenuhi hak pendidikan warga binaan selama menjalani masa hukuman. “Lewat program ini kami berusaha memenuhi hak pendidikan warga binaan sekalipun mereka sedang menjalani masa hukuman,” katanya usai pembukaan.

Hak Pendidikan yang Dijamin Konstitusi

Kunrat menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tetap wajib diperoleh setiap warga binaan, baik yang berstatus narapidana maupun tahanan. Hak tersebut dijamin oleh negara melalui konstitusi, peraturan perundang-undangan, hingga instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Program ini ditujukan bagi warga binaan yang belum pernah mengenyam pendidikan formal atau yang putus sekolah di masa lalu. “Dengan program tersebut warga binaan yang belum memperoleh pendidikan atau yang putus sekolahnya di masa lalu, bisa kembali melanjutkan,” ujar Kunrat.

Bukan Sekadar Ijazah, Targetnya Ubah Perilaku

Kepala Lapas Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menjelaskan bahwa tujuan program ini tidak hanya sekadar memberikan ijazah kepada para peserta. Pihaknya berharap pendidikan formal mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan derajat para warga binaan.

“Harapannya adalah pola pikir dan perilaku mereka berubah, sehingga mereka tidak lagi melakukan kejahatan di masa datang,” jelas Ronaldo. Ia menambahkan bahwa bekal pendidikan juga akan memudahkan warga binaan untuk kembali dan berbaur dengan lingkungan sosial masyarakat setelah bebas nanti.

Pembinaan Kemandirian Jalan Berdampingan

Selain pendidikan formal, Lapas Padang juga terus menggulirkan program pembinaan kemandirian. Kegiatan yang diberikan meliputi pelatihan produksi sendal hotel, peternakan itik, pembuatan kue, hingga bidang teknik konstruksi.

Ronaldo menekankan bahwa pendidikan dan keterampilan berjalan beriringan untuk membekali warga binaan saat kembali ke masyarakat. Kombinasi kedua program ini diharapkan memutus rantai residivisme.

Wali Kota Padang: Mereka Tetap Warga Kota

Pembukaan program ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, beserta jajaran dinas pendidikan kota. Ia menyambut baik inisiatif Lapas Padang tersebut.

“Pemerintah siap bersinergitas dan berkolaborasi untuk mendukung setiap program positif yang dijalankan oleh Lapas Padang,” kata Fadly. Menurutnya, walau tengah menjalani hukuman, warga binaan di Lapas Padang tetaplah warga Kota Padang yang berhak mendapat pembinaan dan kesempatan kedua.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top