SUMATERA BARAT — Toyota Camry Hybrid yang meluncur pada 2007 menjadi mobil hybrid produksi massal pertama di Indonesia. Auto Bild Indonesia menjadi media pertama yang menguji mobil ini di proving ground Bridgestone sebelum dirilis. Kini, pilihan teknologi penggerak listrik semakin beragam, dari full hybrid, listrik murni (EV), hingga plug-in hybrid (PHEV). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, terutama dari sisi biaya operasional dan harga baterai.
Berdasarkan data pengujian, Hyundai Ioniq 5 Long Range memiliki konsumsi daya sekitar 7,5 km/kWh. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga, biaya per kilometer EV bisa 60 persen lebih murah dibanding mobil hybrid yang menggunakan bensin. Namun, harga baterai Ioniq 5 mencapai Rp400 jutaan. Untungnya, baterai terdiri dari 8 modul yang bisa diganti per modul seharga Rp30–40 juta, sehingga perbaikan tidak harus mengganti seluruh baterai.
Setelah Camry Hybrid, Toyota kini menghadirkan Veloz hybrid sebagai full hybrid termurah di Indonesia dengan harga Rp300 jutaan. Baterai berkapasitas 0,7 kWh diletakkan di bawah kursi depan, membuat bobot hanya 1.350 kg dan pusat gravitasi lebih rendah. Hasilnya, handling lebih stabil dan nyaman dibanding Veloz non-hybrid. Harga baterai tergolong murah, Rp35–40 jutaan, dengan garansi 8 tahun atau 160.000 km. OtoPintar menguji Yaris Cross Hybrid dan mencatat konsumsi 27,5 km/liter dengan jarak tempuh 989 km dari tangki penuh 36 liter.
BMW i3 sebenarnya sudah dipamerkan di GIIAS 2017 dan dijual Rp1,35 miliar pada 2019, namun Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi di pabrik Indonesia. Dengan baterai 72,6 kWh, jarak tempuh mencapai 481 km. Bobotnya mencapai 1.990 kg karena baterai besar yang ditempatkan di bawah lantai, memberikan kenyamanan berkendara yang baik. Garansi baterai juga 8 tahun atau 160.000 km, dan tetap berlaku meski mobil dijual kembali.
Mitsubishi Outlander PHEV diperkenalkan di GIIAS 2019. Baterai 13,8 kWh mampu menempuh 55 km tanpa mesin bensin 2.400 cc bekerja. Bobot mencapai 1.895 kg, mirip mobil listrik murni. PHEV menjadi jembatan antara hybrid dan EV, memberikan fleksibilitas isi ulang di SPKLU. Auto Bild Indonesia sempat menjajalnya di Jepang saat Tokyo Motorshow.
Produsen China mengandalkan strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dengan biaya R&D rendah. BYD M6 PHEV menawarkan jarak tempuh listrik 40–45 km dengan baterai 7,4 kWh, harga lebih murah dari Veloz hybrid. EV seperti Geely EX2 atau Jaeco J5 dibanderol Rp200–300 jutaan dengan fitur lengkap. Namun, purna jual menjadi kekhawatiran. Nissan Indonesia pernah menjamin ketersediaan suku cadang 1x24 jam atau gratis. Brand China sering mengkanibal mobil utuh untuk suku cadang slow moving. Alhasil, premi asuransi mobil China lebih mahal dibandingkan brand Jepang atau Korea yang sudah memiliki pabrik perakitan lokal seperti Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi.