PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Peringatan dini khusus dikeluarkan untuk Selasa (28/7/2026) siang hingga sore, dengan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai wilayah yang paling berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Secara umum, dinamika atmosfer di Ranah Minang menunjukkan peningkatan aktivitas hujan mulai Selasa. Jika Senin masih relatif kondusif dengan dominasi cuaca cerah berawan, pola berubah signifikan keesokan harinya.
Pada awal pekan, Senin (27/7/2026), cuaca pagi hari diprediksi cerah berawan hingga berawan di seluruh wilayah. Potensi hujan ringan baru muncul pada siang hingga sore hari, menyasar delapan daerah: Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Dharmasraya.
Memasuki malam hari, hujan ringan bergeser ke Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Dharmasraya. Dini hari kembali cerah berawan. Suhu udara berkisar 17–31°C dengan kelembapan 60–96 persen. Angin bertiup dari Selatan ke Barat dengan kecepatan 4–24 km/jam.
BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan terjadi pada Selasa. Hujan ringan sudah mulai membayangi Pesisir Selatan sejak pagi hari. Pada siang hingga sore, sebarannya meluas ke hampir seluruh Sumatera Barat.
Sebanyak 16 daerah masuk daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan pada Selasa siang-sore: Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Peringatan dini level waspada dikeluarkan khusus untuk Kabupaten Lima Puluh Kota dan sekitarnya. Wilayah ini berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau angin kencang.
Memasuki malam hingga dini hari Selasa, potensi hujan ringan masih membayangi sejumlah wilayah. Daerah yang perlu waspada meliputi Pasaman Barat, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Sijunjung, Dharmasraya, serta wilayah pesisir seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, dan Kepulauan Mentawai.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi—seperti lereng bukit, bantaran sungai, dan dataran rendah—untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.