Hyundai Ioniq 9 dan Staria Listrik Meluncur di GIIAS 2026: Harga Belum Diumumkan, Ini Bocoran Spesifikasinya

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 09:51:31 WIB
Hyundai Ioniq 9 dan Staria listrik resmi diperkenalkan di GIIAS 2026, Rabu (29/7/2026) di ICE BSD Tangerang.

SUMATERA BARATGIIAS 2026 jadi panggung Hyundai untuk memperkenalkan empat model baru ke publik Indonesia, Rabu (29/7/2026) di ICE BSD Tangerang. Dari jumlah itu, tiga di antaranya sudah bisa dipesan: Hyundai Palisade Hybrid, Hyundai Staria listrik, dan Hyundai Ioniq 9. Satu lagi, Ioniq 3, hanya dipamerkan tanpa rencana penjualan — unitnya didatangkan langsung dari Eropa untuk show saja.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen Hyundai memberikan pilihan terbaik untuk konsumen lokal. “Inovasi ini merefleksikan komitmen Hyundai memberikan pilihan terbaik untuk konsumen Indonesia,” ujarnya dalam presentasi di Exclusive Media Day GIIAS 2026.

Ioniq 9: SUV Listrik Terbesar Hyundai untuk Indonesia

Ioniq 9 menjadi model paling menarik di jajaran listrik Hyundai tahun ini. Posisinya di atas Ioniq 5 dan Ioniq 6, dengan dimensi yang lebih besar dan kabin tiga baris. Belum ada spesifikasi detail untuk pasar Indonesia saat artikel ini ditulis, tapi secara global Ioniq 9 dibekali baterai besar dan jarak tempuh lebih dari 500 km sekali cas.

Yang perlu dicatat: harga Ioniq 9 pasti tidak murah. Pesaing langsungnya di Indonesia adalah mobil listrik premium seperti BMW iX atau Mercedes-Benz EQS SUV. Kalau Hyundai ingin kompetitif, banderolnya harus di bawah Rp 1,5 miliar — tapi belum ada konfirmasi resmi soal angka pastinya.

Staria Listrik: Langsung Bisa Dipesan, Tapi Harga Masih Rahasia

Hyundai Staria listrik akhirnya resmi meluncur di Indonesia setelah sekian lama hanya tersedia versi mesin bensin dan diesel. Model ini tetap mempertahankan desain futuristik khas Staria, tapi dengan drivetrain listrik murni. Hyundai sudah membuka pemesanan, namun belum mengumumkan harga resmi.

Kelebihan utama Staria listrik jelas di biaya operasional yang lebih murah dibanding versi diesel. Tapi kekurangannya: kapasitas baterai besar membuat bobot mobil bertambah, dan infrastruktur charging di luar kota masih jadi kendala untuk MPV yang biasa dipakai perjalanan jarak jauh. Perlu diuji lebih lanjut soal efisiensi dan pengisian daya di kondisi real-world Indonesia.

Palisade Hybrid: Pilihan Tengah yang Paling Masuk Akal?

Hyundai Palisade Hybrid jadi opsi paling realistis untuk konsumen yang belum siap full listrik. Dengan mesin hybrid, konsumsi bahan bakarnya lebih irit dari versi bensin biasa, tapi tetap punya jangkauan tak terbatas seperti mobil konvensional. Ini segmen yang sama dengan Toyota Fortuner Hybrid atau Mitsubishi Pajero Sport — kompetisi langsung di kelas SUV 7-seater.

Sayangnya, Hyundai belum menyebut detail spesifikasi Palisade Hybrid untuk Indonesia. Apakah menggunakan sistem hybrid konvensional atau plug-in hybrid? Ini penting karena berpengaruh langsung pada insentif pajak dan biaya operasional. Tanpa informasi itu, konsumen sulit membandingkan dengan kompetitor yang sudah lebih dulu beredar.

Neira Electric: Prototype Khusus Indonesia dengan Target TKDN 80%

Selain empat mobil baru, Hyundai juga memamerkan Neira Electric — mobil listrik prototype yang dikembangkan khusus untuk masyarakat Indonesia. Nama "Neira" diambil dari destinasi ikonik Indonesia. Saat ini masih dalam tahap prototype, tapi Hyundai berencana memproduksinya di dalam negeri dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 80 persen.

“Saat ini Hyundai Neira masih prototype, tapi kami akan melanjutkan untuk pengembangannya sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumen Indonesia saat nanti diluncurkan,” tambah Kenny Lee. Neira diharapkan jadi kendaraan yang mengakselerasi transisi ke era elektrifikasi penuh di Indonesia.

Yang Perlu Dicatat: Harga Belum Ada, Ioniq 3 Hanya Pajangan

Dari semua pengumuman ini, satu hal yang terlewat: Hyundai tidak menyebutkan harga satupun model yang diluncurkan. Padahal, tanpa angka, konsumen sulit menentukan apakah mobil-mobil ini worth it dibanding kompetisi. Staria listrik dan Palisade Hybrid memang sudah bisa dipesan, tapi calon pembeli tetap harus menebak-nebak banderolnya.

Selain itu, Ioniq 3 yang dipamerkan hanya untuk show — tidak dijual. Ini agak aneh karena segmen hatchback listrik sedang panas di Indonesia dengan kehadiran MG4 EV dan Chery Omoda E5. Mungkin Hyundai masih mengukur pasar sebelum benar-benar membawa Ioniq 3 ke Indonesia.

Kesimpulan sementara: Hyundai serius memperkuat lini elektrifikasinya di Indonesia. Tapi tanpa harga dan spesifikasi detail, konsumen harus menunggu informasi lebih lanjut — terutama untuk Ioniq 9 dan Staria listrik yang jadi andalan utama. Kalau Hyundai bisa menawarkan harga kompetitif, dua mobil ini punya potensi besar di pasar. Tapi kalau banderolnya terlalu tinggi, kompetitor sudah siap menyambut.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top