Satgas Nasional PRR Tinjau Kerusakan Akibat Bencana di Pasaman Barat, Anggaran Rp 12 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan

Penulis: Ridwan Azhari  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 16:36:01 WIB
Tim Satgas Nasional PRR meninjau lokasi terdampak bencana di Polongan Anam, Pasaman Barat, untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana.

SIMPANG EMPAT — Tim Supervisi PRR pascabencana yang dipimpin Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang menyisir sejumlah lokasi terdampak di Pasaman Barat, mulai dari Polongan Anam hingga Jembatan Aia Gadang. Ketua tim menjelaskan bahwa pemantauan ini untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana.

Kendala Sungai dan Jalan Jadi Prioritas Penanganan

Dari hasil peninjauan, Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang menyoroti kondisi jalan yang masih rawan dilalui, khususnya di Polongan Anam. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat Pemkab Pasaman Barat yang telah menyiapkan jalan alternatif dari Jembatan Panjang menuju Bangkok, Kecamatan Talamau.

"Kami sudah melihat beberapa lokasi. Salah satu kendala yang kami temui adalah permasalahan sungai dan jalan," katanya.

Anggaran Rp 12 Miliar untuk Lima Titik Kerusakan

Penanganan kerusakan di Polongan Anam akan menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai lebih kurang Rp 12 miliar. Dana tersebut tersebar di lima titik kerusakan dan saat ini masih dalam proses lelang.

Sementara itu, peningkatan Jalan Jembatan Panjang-Bangkok di Kecamatan Talamau bersumber dari APBD Kabupaten Pasaman Barat Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 1.416.050.071.

Bupati: Dampak Bencana Ekstrem, Potensi Kerusakan Masih Ada

Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa dampak bencana beberapa waktu lalu cukup ekstrem dan kerusakan masih berpotensi terjadi karena wilayahnya rawan gempa bumi, banjir, dan longsor.

"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Dampak bencana beberapa waktu lalu cukup ekstrem dan kerusakan masih berpotensi terjadi karena Pasaman Barat merupakan daerah rawan bencana," ujarnya.

Koordinasi Pusat-Daerah Terus Diintensifkan

Pemkab Pasaman Barat terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Nasional. Bupati Yulianto memastikan pihaknya akan terus mendampingi rombongan untuk mencari solusi terbaik di lapangan.

Selain meninjau Polongan Anam dan jalan alternatif, rombongan Satgas Nasional PRR juga mengecek penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jembatan Panjang, hingga Jembatan Aia Gadang.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top