SUMATERA BARAT — Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi ajang pembuktian bagi BYD untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di pasar mobil listrik nasional. Setelah sukses mengumpulkan lebih dari 4.200 SPK pada GIIAS 2025 dengan hanya enam model, pabrikan asal China itu kini membawa portofolio yang lebih segar.
Luther Panjaitan menyebutkan bahwa penambahan varian M6 DM membuka potensi peningkatan penjualan yang signifikan. “Sekarang dengan adanya M6 DM kita mungkin punya satu potensi untuk meningkatkan pencapaian lebih dari 4.200 unit,” ujarnya di Tangerang, Senin (29/7/2026).
Meski optimistis, BYD belum menetapkan angka target penjualan secara spesifik. Perusahaan memilih untuk memantau perkembangan permintaan konsumen selama pameran berlangsung sebelum menentukan proyeksi akhir.
Lonjakan penjualan BYD tak lepas dari percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Data internal BYD menunjukkan pangsa pasar mobil listrik nasional pada Semester I/2026 telah melampaui 22 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi sebelum 2024, saat pangsa pasar masih di bawah 1 persen.
“Di GIIAS ini kami cukup punya challenge yang besar dari sisi volume. Karena bahkan di tahun lalu saja kami sudah bisa mencapai 4.000 unit lebih dengan hanya enam line up,” kata Luther.
BYD memilih pendekatan fleksibel dalam menghadapi GIIAS 2026. Alih-alih mematok angka pasti, perusahaan akan membaca dinamika pengunjung dan minat konsumen secara langsung. “Secara angka nanti mungkin kita masih sambil pantau kemungkinannya bisa sampai berapa,” ucap Luther.
Strategi ini dinilai realistis mengingat persaingan di segmen kendaraan listrik kian ketat. Selain BYD, sejumlah pabrikan lain juga dipastikan akan memamerkan produk terbaru mereka di ajang yang sama.