BATUSANGKAR — Pergantian pimpinan Polres Tanah Datar berlangsung hangat. Bupati Eka Putra tidak hanya melepas AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto yang bertugas ke Baresnarkoba Mabes Polri, tetapi juga mengingatkan satu pekerjaan rumah yang masih menggantung: masjid yang digagas sang kapolres lama belum rampung dibangun.
"Pak Kapolres lama saat ini sedang membangun sebuah masjid yang masih butuh uluran tangan kita bersama untuk menyelesaikannya, Insya Allah kalau bersama tentu semua akan lebih mudah," ujar Eka Putra, Rabu (29/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan di hadapan jajaran Forkopimda, perangkat daerah, BUMD, organisasi masyarakat, LKAAM, hingga MUI. Bupati menilai pembangunan masjid tersebut merupakan salah satu warisan gagasan yang membutuhkan kelanjutan dari semua pihak.
Selama menjabat, AKBP Nur Ichsan tidak hanya berkutat pada penegakan hukum. Bupati menyoroti gebrakan sang kapolres yang aktif menyambangi pelosok nagari lewat gerakan subuh berjamaah. Dari kegiatan itu, lahir deklarasi anti narkoba dan anti LGBT yang digagas bersama Pemkab, DPRD, MUI, dan LKAAM.
Menurut Eka Putra, sinergi antara Pemkab dan Polres selama kepemimpinan Nur Ichsan berjalan erat. Ia berharap pola komunikasi yang sudah terbentuk tidak putus meski yang bersangkutan bertugas di tempat baru.
"Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga ke depan semakin sukses, dan suatu saat akan kembali ke Polda Sumbar, semoga jalinan silaturahim kita berlanjut sampai masa datang," pesannya.
Kepada penggantinya, AKBP Marwan Fajrin, Bupati Eka Putra menyampaikan selamat datang di Kabupaten Luhak Nan Tuo. Ia menegaskan Pemkab siap bersinergi dan berharap program baik yang telah dirintis kapolres lama bisa diteruskan.
Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi Nur Ichsan selama bertugas dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdiannya di daerah tersebut.
Acara pisah sambut ini menjadi penanda bergantinya kepemimpinan di tubuh Polres Tanah Datar. Nur Ichsan akan mengemban tugas baru di lingkungan Baresnarkoba Mabes Polri, sementara Marwan Fajrin resmi memegang kendali keamanan di kabupaten yang dikenal dengan julukan Luhak Nan Tuo itu.