PADANG PARIAMAN — Arus sungai yang kembali ke jalur semula menjadi titik balik mobilitas warga di Nagari Anduriang. Pemerintah setempat menyelesaikan normalisasi aliran sungai yang sebelumnya berubah akibat bencana hidrometeorologi, sehingga jembatan yang sempat rusak kini dapat dimanfaatkan sebagai akses penyeberangan darurat.
Kendaraan roda dua terpantau melintas lancar di atas bangunan tersebut, menggantikan peran rakit yang selama ini menjadi andalan utama warga untuk menyeberang. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara sembari menunggu proses pembangunan jembatan permanen yang direncanakan pemerintah.
Sebelum normalisasi rampung, warga harus bergantung pada rakit setiap kali hendak menyeberangi sungai. Kondisi itu berlangsung cukup lama pascabencana, ketika aliran sungai keluar dari jalur aslinya dan membuat akses darat terputus total.
Kembalinya aliran ke posisi semula menjadi sinyal pemulihan infrastruktur dasar. Warga tidak lagi memerlukan waktu ekstra untuk menunggu rakit, dan aktivitas harian seperti berdagang atau bersekolah bisa dilakukan lebih cepat.
Bangunan jembatan yang sebelumnya rusak akibat terjangan bencana tidak dibiarkan terbengkalai. Pemerintah memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai jalur penyeberangan sementara dengan pertimbangan kondisi struktur yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua.
Keputusan ini diambil untuk memastikan mobilitas warga tidak terganggu selama masa transisi. Adapun pembangunan jembatan permanen disebut sebagai prioritas utama pemerintah daerah untuk memulihkan konektivitas secara menyeluruh.
Meski akses darurat sudah berfungsi, warga tetap menantikan realisasi jembatan permanen. Keberadaan infrastruktur yang kokoh dinilai krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial jangka panjang di Nagari Anduriang dan sekitarnya.
Normalisasi sungai yang telah tuntas diharapkan menjadi fondasi agar pembangunan jembatan baru berjalan lancar tanpa hambatan teknis. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti dengan proses tender dan konstruksi agar warga tidak terlalu lama bergantung pada akses sementara.