PADANG — Banjir akibat luapan sungai melumpuhkan akses warga di sejumlah kecamatan Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bergerak cepat meninjau titik terdampak di kawasan Guo, RT 001/RW VI, Kelurahan Kuranji, untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
Di lokasi tersebut, air yang meluap hingga menutupi badan jalan membuat akses warga terputus. Mahyeldi langsung memerintahkan Dinas Bina Konstruksi dan Sumber Daya Air (PSDA) menerjunkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula.
Langkah normalisasi ini diambil sebagai upaya jangka pendek memulihkan akses jalan sekaligus mencegah risiko banjir susulan. Mahyeldi menegaskan pemerintah tidak ingin memperlambat proses evakuasi dan pemulihan.
“Kami turun langsung agar penanganan berlangsung secepat mungkin. Alat berat segera bekerja supaya aliran sungai kembali normal dan akses masyarakat pulih,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Data sementara mencatat sedikitnya 30 rumah terdampak banjir di kawasan Kuranji. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka sambil menunggu kondisi air surut.
Pemprov Sumbar melalui tim gabungan BPBD dan Dinas Sosial mempercepat proses pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan. Kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat kali ini.
Mahyeldi turut menyerahkan bantuan berupa kasur, selimut, makanan siap saji, beras, minyak goreng, dan sarden bagi warga terdampak.
Banjir yang melanda Kota Padang tercatat menyebar di 15 titik. Wilayah Kabupaten Agam juga mengalami bencana serupa pada waktu yang hampir bersamaan.
Mahyeldi meminta masyarakat tetap waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun dalam tiga hari ke depan.
Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat dan menyeluruh.