PADANG PARIAMAN — Siswa SMA Negeri 1V Koto Timur di Limau Purut, Padang Pariaman, mendapat pelatihan khusus dari tim dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) untuk memaksimalkan penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan belajar. Program pengabdian masyarakat skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) ini menyasar peningkatan keterampilan menyusun perintah atau prompt yang efektif bagi AI generatif.
Ketua tim pengusul, Yance Sonatha, S.Kom., M.T, menilai banyak siswa yang sudah akrab dengan aplikasi AI seperti ChatGPT, namun penggunaannya masih dangkal. Mayoritas dari mereka memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendapatkan jawaban cepat tanpa memahami proses di baliknya.
"Kami ingin siswa memahami cara kerja AI, menyusun prompt yang efektif, dan menggunakan teknologi ini sebagai alat bantu berpikir, bukan sekadar mencari jawaban cepat," ujar Yance dalam keterangan yang diterima redaksi.
Program ini dirancang untuk menjawab persoalan mendasar: siswa kerap menerima hasil AI secara mentah tanpa verifikasi. Padahal, penggunaan teknologi yang bijak menuntut pemahaman konseptual dan etika digital yang kuat.
Pelatihan ini menekankan pendekatan learning by doing. Para siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung mempraktikkan cara menyusun prompt terstruktur dengan studi kasus materi pelajaran.
Dalam sesi praktik, siswa diajak melakukan simulasi penggunaan AI untuk berbagai keperluan akademik. Mereka berlatih merangkum materi pelajaran yang panjang, menyusun soal latihan secara mandiri, hingga mengembangkan ide tulisan dengan bantuan AI sebagai pemantik.
Metode ini diharapkan mampu mengubah posisi siswa dari konsumen pasif menjadi pengguna aktif yang mampu mengarahkan teknologi sesuai kebutuhan belajarnya.
Kegiatan yang didanai DIPA PNP senilai Rp6 juta ini berlangsung selama empat bulan. Target akhirnya, siswa SMA Negeri 1V Koto Timur tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki sikap etis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital di lingkungan sekolah.