PADANG — Tiga unit alat berat resmi dikerahkan ke kawasan Batang Guo, Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), untuk mempercepat penanganan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8) lalu. Peralatan tersebut mulai bekerja sejak Selasa malam dan terus beroperasi hingga saat ini.
"Alat berat telah dikerahkan ke lokasi sejak Selasa malam, dan langsung melakukan pengerjaan sampai saat ini," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, di Padang, Kamis.
Pengiriman alat berat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, usai melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana pada Selasa. Dua unit alat berat berasal dari Dinas SDABK Sumbar, sementara satu unit lainnya merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Padang.
Prioritas utama pengerjaan adalah membuka kembali jalur aliran sungai yang bergeser akibat terjangan banjir. Material yang menghambat aliran air dibersihkan secara bertahap agar aliran sungai kembali normal dan tidak lagi melintasi badan jalan.
Perubahan alur sungai yang tiba-tiba ini menyebabkan air meluap ke badan jalan dan memutus akses mobilitas warga. Selain itu, dilaporkan ada bagian tanggul yang jebol akibat tidak mampu menahan derasnya arus air.
Normalisasi sungai dan perbaikan tanggul menjadi langkah krusial yang harus segera dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat yang sempat terganggu.
Selain normalisasi sungai, Pemprov Sumbar bersama Pemerintah Kota Padang terus melakukan penanganan darurat melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta percepatan pemulihan infrastruktur menjadi fokus utama pemerintah.
"Prioritas kami saat ini adalah mengembalikan aliran sungai ke jalur semula dengan membersihkan material yang menghambat aliran air, pekerjaan dilakukan secara bertahap," ujar Rifda Suriani.
Kehadiran alat berat dan respons cepat pemerintah mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Ketua RT 002/RW 006 Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, menyampaikan bahwa pengerahan alat berat merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah kondisi darurat warga.
"Pengerahan alat berat ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi darurat yang dihadapi warga, dan kami merasakan langsung kehadiran pemerintah," katanya.
Warga lainnya, Neli (48), mengaku lega setelah melihat alat berat mulai bekerja memperbaiki tanggul yang jebol. Akses jalan yang sebelumnya terputus kini berangsur normal kembali.
Pemerintah memastikan penanganan di lapangan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.