Pemkot Padang Panjang Libatkan 60 Warga dalam Sosialisasi Cegah Kekerasan dan Perkawinan Anak

Penulis: Ridwan Azhari  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:58:32 WIB
Puluhan warga mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan dan perkawinan anak yang digelar Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Kamis (20/6).

PADANG PANJANG — Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kota Padang Panjang menggelar sosialisasi perlindungan anak pada Kamis lalu. Sebanyak 60 peserta dari berbagai unsur masyarakat turut hadir dalam acara yang berlangsung di Aula Hotel Rang Kayo Basa tersebut.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman publik tentang hak-hak anak dan bahaya praktik perkawinan di bawah umur. Pemerintah kota menilai edukasi semacam ini menjadi langkah preventif yang penting mengingat kasus kekerasan dan pernikahan dini masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Perlindungan Anak Butuh Peran Semua Pihak

Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, menyebut perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, keterlibatan orang tua, tenaga pendidik, tokoh adat, dan lingkungan sekitar menentukan tumbuh kembang generasi muda.

"Perlindungan anak membutuhkan sinergi semua pihak. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami hak-hak anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta bersama-sama mencegah terjadinya perkawinan anak demi menyelamatkan masa depan generasi penerus," kata Winarno dalam keterangannya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali indikator kekerasan menjadi kunci utama pencegahan. Semakin dini sebuah potensi masalah terdeteksi, semakin cepat pula langkah intervensi bisa dilakukan.

Pola Asuh Positif dan Komunikasi Terbuka Jadi Kunci

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak. Ia mengingatkan bahwa pola asuh yang positif dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak mampu menekan risiko kekerasan maupun pernikahan dini.

Dalam kesempatan itu, ia mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Materi yang dibagikan diharapkan bisa disebarluaskan kepada keluarga dan tetangga terdekat.

Kolaborasi antara pemerintah, TP-PKK, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan upaya Kota Padang Panjang mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak, sekaligus mendukung lahirnya generasi yang berkualitas.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top