PADANG PANJANG — Subsektor fashion di Kota Padang Panjang bakal mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kemenekraf memilih kota ini sebagai lokasi Program Workshop Pengembangan Sektor Fashion, sebuah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis budaya Minangkabau.
Penunjukan ini disambut antusias oleh Dekranasda setempat. Maria Feronika Hendri, yang juga menjabat Ketua Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) Sumatera Barat, menilai program ini menjadi ruang belajar yang selama ini dinantikan para desainer lokal.
"Selama ini para desainer kita memiliki kreativitas yang baik, namun masih membutuhkan ruang belajar, pendampingan, dan penguatan kapasitas. Karena itu kami sangat mengapresiasi program dari Kemenekraf ini," kata Maria dalam audiensi di Hotel Rang Kayo Baso, Kamis.
Menurut Maria, potensi fashion di Padang Panjang tidak bisa dilepaskan dari kekayaan budaya Minangkabau dan kerajinan lokal. Ia menilai generasi muda kota ini memiliki kreativitas yang perlu diarahkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Industri fashion saat ini tidak hanya berbicara tentang busana, tetapi juga tentang kreativitas, inovasi, dan kemampuan membangun karakter sebuah produk," ujarnya.
Maria berharap workshop tidak berhenti pada aspek desain semata. Ia mendorong agar pelatihan mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan merek, strategi pemasaran digital, hingga kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Harapan itu sejalan dengan tujuan Kemenekraf. Maudy, pimpinan tim Direktorat Fashion yang melakukan survei, menyebut pendekatan program dirancang agar berdampak nyata, bukan sekadar seremonial.
"Hasil survei nantinya akan menjadi bahan evaluasi Kemenekraf dalam menyusun konsep workshop agar sesuai dengan kebutuhan pelaku industri kreatif di daerah," kata Maudy.
Dalam kunjungan tersebut, tim Kemenekraf meninjau kesiapan pemerintah daerah, keberadaan komunitas kreatif, potensi pelaku usaha fashion, serta sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan program. Maria didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Padang Panjang Busmar Chandra serta Kepala Bidang Pariwisata Dessy Via Cardena yang membidangi pengembangan ekonomi kreatif.
Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, dan pelaku usaha. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas karya, memperkuat identitas produk, dan mendorong pemanfaatan potensi budaya sebagai sumber nilai tambah ekonomi.
Dengan pembinaan berkelanjutan, subsektor fashion diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk kreatif Padang Panjang di pasar regional maupun nasional.