PESISIR SELATAN — Seorang pemancing bernama Aidil Helmi (42) selamat setelah kapal boat yang baru dibelinya rusak dihantam badai dan terbawa arus hingga terombang-ambing di laut lepas. Pria asal Pagaruyung I, Painan itu akhirnya dievakuasi nelayan setempat di perairan Pantai Kampung Koto Raya, Nagari Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Kamis (6/8/2026) pagi.
Kapolsek Lengayang, Iptu Syafri Afrizal, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban ditemukan dalam keadaan sehat dan tanpa luka berarti. Saat ini Aidil telah berada di darat dan menunggu dijemput keluarganya untuk kembali ke rumah.
Peristiwa nahas ini bermula Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Aidil berangkat memancing seorang diri ke Pulau Panyu menggunakan kapal boat yang baru saja dibelinya. Namun, saat berada di tengah laut, cuaca berubah drastis.
"Saat memancing di tengah laut, tiba-tiba korban diterjang badai dan jangkar kapal tidak kuat menahan arus ombak sehingga kapal terbawa arus ombak dan mesin kapal mati," ujar Iptu Syafri Afrizal.
Korban sempat berupaya menghidupkan kembali mesin kapalnya agar bisa pulang ke daratan. Sayangnya, usaha itu gagal total karena mesin kapal mengalami kerusakan parah. Sejak saat itu, Aidil dan kapalnya hanya bisa pasrah terbawa arus ombak ke arah selatan.
Nasib baik masih berpihak pada Aidil. Setelah terombang-ambing lebih dari satu hari, ia ditemukan oleh seorang nelayan bernama Iral (45) pada Kamis pagi. Titik penemuan korban berada sekitar 1,5 mil dari bibir pantai Kampung Koto Raya.
Melihat ada kapal yang tampak tak terkendali, Iral segera memanggil nelayan lain bernama Herlin (44) untuk bersama-sama memberikan pertolongan. Keduanya kemudian mengevakuasi Aidil dan menarik kapal boat-nya ke pinggir pantai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan dan pemancing di pesisir Sumatera Barat akan tingginya risiko melaut saat cuaca ekstrem. Kondisi gelombang dan angin di perairan barat Sumatera kerap berubah cepat tanpa peringatan, terutama saat musim peralihan.