PADANG — Jika setiap pegawai menyisihkan Rp 1.000 dari pendapatannya untuk wakaf setiap hari, Pemprov Sumbar bisa mengumpulkan dana Rp 25 juta per hari. Potensi itulah yang coba digarap Gubernur Mahyeldi Ansharullah dengan menjadikan wakaf sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar ibadah individual.
Dalam kegiatan bertema "Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas" itu, Gubernur menyebut dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memperkuat program pembangunan SDM di daerah.
Mahyeldi menekankan bahwa wakaf tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang besar jika dikelola secara profesional. Ia mengapresiasi materi tausiah yang disampaikan Ustaz H. Yendri Junaidi, Lc., M.A., yang dinilai memberi perspektif baru tentang pengelolaan aset keagamaan.
"Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik," ujar Mahyeldi.
Untuk memastikan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, Gubernur mendorong pembentukan Minang Global Wakaf. Lembaga ini diharapkan menjadi payung profesional dalam menghimpun dan menyalurkan wakaf dari ASN maupun masyarakat umum.
Langkah konkret juga disiapkan di internal birokrasi. Sebanyak lima ASN Pemprov Sumbar yang telah lulus sertifikasi sebagai Nazhir Wakaf diminta segera diberdayakan untuk memperkuat tata kelola di daerah.
Mahyeldi menilai gerakan wakaf tidak akan optimal tanpa sinergi lintas sektor. Ia menyebut perlunya kolaborasi antara Baznas, lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan negara.
"Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan," tutup Mahyeldi.
Di luar aspek pendanaan, kegiatan Subuh Mubarak yang digelar rutin setiap bulan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan karakter ASN. Gubernur menilai forum ini mampu memperkuat integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.