KOTO BARU — Enam kepala madrasah negeri di Kabupaten Solok menjalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar oleh Kanwil Kemenag Sumatera Barat. Proses penilaian yang berlangsung selama dua hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Dr. H. Jhon Of Rizal One, MA, dan dibuka secara daring oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar.
Pada hari pertama, Rabu (5/8), penilaian dipusatkan di Alahan Panjang. Rusmaida, Kepala MTsN 3 Solok, menjadi satu-satunya kepala madrasah yang dinilai di hari tersebut. Sementara itu, lima kepala madrasah lainnya menjalani penilaian pada Kamis (6/8) di MAN 1 Solok Plus Keterampilan.
Di hari kedua, tim penilai menyambangi MAN 1 Solok Plus Keterampilan. Sebanyak lima kepala madrasah mengikuti rangkaian penilaian di lokasi ini, yaitu:
Kehadiran Maidison dalam kegiatan ini menambah daftar peserta yang dinilai, sehingga total menjadi enam kepala madrasah dari empat belas kepala madrasah negeri yang ada di Kabupaten Solok.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, yang turut mendampingi tim penilai menegaskan bahwa PKKM bukan sekadar pemenuhan prosedur administrasi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas sumber daya manusia pengelola madrasah.
“Pendidikan merupakan salah satu pekerjaan penting Kementerian Agama dalam melayani masyarakat, selain termuat dalam Tupoksi, pendidikan juga termaktub dalam Asta Protas Kemenag Berdampak, mulai dari meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi dan mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi,” ujar Dedi Wandra.
Dedi menambahkan, tantangan yang dihadapi kepala dan guru madrasah lebih berat dibandingkan guru di sekolah umum. Mereka tidak hanya dituntut melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman dan menguasai teknologi.
Dedi Wandra berharap hasil PKKM kali ini tidak berhenti sebagai laporan penilaian semata. Ia ingin rekomendasi dari tim penilai menjadi peta jalan bagi Kemenag Kabupaten Solok untuk terus membenahi kualitas pendidikan Islam.
“Kami di Kemenag Kabupaten Solok terus mendorong agar setiap kepala madrasah tidak hanya bekerja secara prosedural, tetapi memiliki visi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak. Kehadiran tim PKKM hari ini adalah angin segar bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para kepala madrasah untuk tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan tenaga pendidik, kependidikan, dan komite madrasah dinilai krusial agar target Asta Protas Kemenag Berdampak dapat terwujud. Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd, MM, serta Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir.