LUBUKBASUNG — Realisasi penyaluran zakat di Kabupaten Agam mencapai lebih dari separuh target tahunan. Sepanjang semester pertama 2026, Baznas Agam telah menyalurkan dana ZIS sebesar Rp6,57 miliar yang menyentuh 10.226 penerima manfaat di seluruh kecamatan.
Ketua Baznas Agam, Isman Imran, menyebutkan bahwa total dana tersebut merupakan akumulasi dari lima program utama yang berjalan selama Januari hingga Juni 2026. Penyaluran dilakukan setelah melalui serangkaian verifikasi lapangan yang ketat terhadap setiap proposal yang masuk.
Dari total realisasi tersebut, program Agam Peduli atau bantuan kemanusiaan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp3,62 miliar. Bantuan ini menjangkau 6.114 mustahik yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Agam.
Adapun rincian penyaluran untuk empat program lainnya adalah sebagai berikut:
Isman Imran menegaskan bahwa proses penyaluran tidak serta-merta dilakukan. Setiap permohonan bantuan yang masuk terlebih dahulu diverifikasi oleh tim lapangan untuk memastikan data yang diajukan sesuai dengan kondisi riil penerima.
"Setelah itu tim melakukan verifikasi lapangan, apakah proposal yang diajukan sesuai dan tim melakukan rapat dalam kecocokan untuk penyerahan bantuan," jelas Isman Imran di Lubukbasung, Jumat.
Dalam proses verifikasi tersebut, Baznas Agam turut melibatkan instansi terkait dalam rapat koordinasi. Keputusan pencairan dana baru dilakukan setelah melalui tahapan rapat tersebut untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana umat.
Dengan realisasi penyaluran yang telah mencapai Rp6,57 miliar di tengah tahun, Baznas Agam optimistis dapat memenuhi target pendistribusian tahunan sebesar Rp14,78 miliar. Adapun target penerimaan ZIS pada 2026 ditetapkan sebesar Rp13 miliar.
Ia menambahkan, dampak program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dari sektor pendidikan. Beberapa penerima beasiswa program Agam Cerdas dilaporkan telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana, sementara penerima bantuan modal usaha mulai memiliki aset usaha sendiri.