Gowes Siti Nurbaya Padang Diramaikan 26 Pesepeda dari Tanah Datar dan Kampar, Rute Datar Jadi Daya Tarik

Penulis: Muzakir Salim  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB
pesepeda dari Tanah Datar dan Kampar mengikuti Gowes Siti Nurbaya di Pantai Cimpago, Padang, Sabtu (8/8/2026).

PADANG — Dua komunitas pesepeda dari luar Sumatera Barat memastikan diri hadir dalam Gowes Siti Nurbaya yang digelar di Pantai Cimpago, Sabtu (8/8/2026). Mereka datang bukan sekadar mengayuh sepeda, melainkan juga menjadikan momen HJK Padang ke-357 sebagai ruang pertemuan antarpenghobi dari berbagai daerah.

Armen Yudi memimpin rombongan berisi 10 orang dari Kabupaten Tanah Datar. Mereka memilih berangkat sejak Jumat sore dan bermalam di Padang sebelum akhirnya bergabung dengan peserta lain pada pagi hari.

“Kami berangkat dari Tanah Datar sore kemarin, kemudian bermalam di sini. Pagi ini baru kami gowes bersama-sama,” kata Armen.

Silaturahmi Antar-Komunitas Jadi Motif Utama

Menurut Armen, keikutsertaan rombongannya tidak semata-mata karena faktor olahraga. Ia menyebut kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan sesama penghobi sepeda dari berbagai kota.

“Yang pertama tentu hobi. Kemudian gowes ini juga menjadi kesempatan untuk saling mengunjungi sesama penghobi. Sekalian rekreasi, kami datang ke Padang untuk gowes bersama-sama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sumardi dari komunitas GLC Lipat Kain, Kabupaten Kampar, Riau. Ia datang dengan membawa rombongan lebih besar, yakni 16 peserta, untuk merasakan langsung kemeriahan HJK Padang.

“Alhamdulillah kami sangat mendukung, sangat senang dan bahagia bisa bergabung dengan Gowes Siti Nurbaya tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan acaranya lebih sukses lagi dan kami dari GLC Lipat Kain siap ikut menyukseskannya,” kata Sumardi.

Rute Relatif Datar, Peserta Bisa Santai Menikmati Kota

Daya tarik utama Gowes Siti Nurbaya menurut para peserta adalah profil rutenya yang bersahabat. Jalur yang didominasi medan datar membuat peserta tidak perlu menguras tenaga ekstra selama perjalanan.

“Rutenya relatif datar dan di sepanjang jalur juga terdapat kawasan wisata, sehingga cukup menarik. Peserta tidak terlalu capek, medannya enak dan disuguhi pemandangan kota yang cukup bagus,” ujar Sumardi.

Kondisi tersebut dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi pesepeda luar daerah. Mereka bisa menikmati suasana perkotaan dan kawasan pesisir yang menjadi karakter khas Padang tanpa harus terbebani medan berat.

Dampak Promosi Wisata bagi Kota Padang

Keterlibatan peserta dari luar Sumatera Barat dinilai memberi dampak promosi tersendiri bagi Kota Padang. Para pesepeda yang datang tidak hanya mengikuti agenda olahraga, tetapi juga menyaksikan langsung wajah kota, jalur wisata, hingga kawasan pesisir.

Momen ini sekaligus menunjukkan bagaimana kegiatan olahraga bisa dikemas menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata daerah. Peserta yang pulang ke daerah asalnya membawa pengalaman berkunjung yang bisa diceritakan kepada komunitas lain.

Armen pun menyampaikan harapannya untuk kota Padang di usia yang ke-357. “Selamat Hari Jadi Kota Padang. Mudah-mudahan Kota Padang semakin maju ke depannya dan wisata kita semakin bersih serta semakin rapi,” tuturnya.

Sumardi menambahkan, “Kami dari Kampar, mengucapkan selamat dan berharap peringatan HJK ke-357 membawa kemajuan bagi Kota Padang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.”

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: klikpositif.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top