PADANG — Sebuah program pendampingan psikososial bernama RISEBI resmi digulirkan untuk anak-anak Panti Asuhan Azzahra Jannah di Kota Padang. Program yang diinisiasi Tim PKM-PM Universitas Negeri Padang ini dirancang untuk menjawab kebutuhan anak asuh yang tidak hanya membutuhkan dukungan akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kesiapan mental menghadapi masa depan.
Ketua Tim PKM-PM UNP, Syifa Ainul Fitri, mengatakan program ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak panti yang kerap menghadapi persoalan kepercayaan diri dan pengelolaan emosi. "Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk lebih mengenal dirinya, berani menerima setiap pengalaman hidup, sekaligus menyadari bahwa mereka memiliki potensi yang bisa terus dikembangkan," ujarnya di Padang, Senin.
RISEBI bukan sekadar pelatihan keterampilan. Program ini disusun dalam empat tahapan berjenjang yang saling terkait. Tahap pertama, Rise to Know Me, berfokus pada pengenalan emosi dan teknik regulasi melalui latihan pernapasan, jurnal harian, serta permainan interaktif untuk meningkatkan kesadaran diri.
Tahap kedua, Rise Me Up, menjadi sesi yang paling simbolis. Anak-anak diajak menjalani terapi seni Kintsugi, yakni memperbaiki pot yang sengaja dipecahkan. Aktivitas ini dimaknai sebagai proses menerima ketidaksempurnaan dan menjadikannya bagian dari pertumbuhan pribadi yang lebih kuat.
Pada tahap ketiga, Rise the New Skill, peserta mendapatkan pelatihan teknis yang aplikatif. Mereka diajarkan desain grafis menggunakan Canva, penyuntingan video melalui CapCut, dan pengenalan pemasaran digital. Keterampilan ini diharapkan relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif saat ini.
Rangkaian program ditutup dengan Rise and Praise, sebuah pameran sederhana untuk menampilkan karya anak-anak selama pelatihan. Momen ini menjadi ajang membangun keberanian berekspresi dan rasa percaya diri atas kemampuan yang telah mereka pelajari.
Program ini digagas oleh lima mahasiswa UNP dari lintas program studi, yakni Syifa Ainul Fitri, Nailah Rahma Sabita, dan Dequeenta Eiffel dari S1 Psikologi, serta M. Nuzul Iman (Pendidikan Matematika) dan Fauzan Habibullah Attaqi (Teknik Elektro). Mereka didampingi dosen Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd.
Lailatur menekankan bahwa intervensi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. "Ketika mereka memiliki penerimaan diri yang baik, mampu mengelola emosi, serta dibekali keterampilan yang bermanfaat, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dan memiliki keyakinan yang lebih besar untuk meraih cita-citanya," kata Lailatur.
Apresiasi datang dari pengurus panti. Tomi Putra, S.Pd., M.Pd., Gr., menilai program ini sejalan dengan kebutuhan anak-anak di Panti Asuhan Azzahra Jannah. "Anak-anak memang membutuhkan pendampingan yang tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri dan melihat potensi yang mereka miliki," ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
Untuk memastikan efektivitasnya, Program RISEBI akan diukur melalui pre-test dan post-test. Evaluasi ini menyasar peningkatan kesadaran diri, kemampuan regulasi emosi, penerimaan diri, keterampilan digital, serta kepercayaan diri peserta. Tim PKM-PM UNP berharap RISEBI dapat menjadi model pendampingan psikososial berkelanjutan bagi anak-anak panti asuhan di Sumatera Barat.