SUMATERA BARAT — Pengguna Windows 11 sempat dikejutkan dengan kemunculan aplikasi "OneDrive Photos" yang terpasang paksa di menu Start tanpa pemberitahuan. Aplikasi ini, yang merupakan versi web dengan konsumsi RAM tinggi dan respons lambat, langsung menuai protes dari pengguna yang tidak ingin menggunakan layanan cloud OneDrive untuk penyimpanan foto.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Jeff Teper, EVP Apps and Agents Microsoft, angkat bicara melalui akun X resminya. Ia menegaskan bahwa aplikasi ini hanyalah proyek inkubasi internal yang gagal dibatasi jangkauan rilisnya.
"Kami sedang menginkubasi pengalaman foto baru di OneDrive yang ternyata menyebar lebih luas dari yang seharusnya di Windows. Kami sedang memperbaikinya. Windows Photos akan selalu memberi Anda opsi foto lokal dan cloud serta pilihan untuk menggunakan OneDrive atau tidak," tulis Teper.
Berdasarkan penelusuran, Microsoft ternyata telah mengembangkan pengalaman OneDrive Photos ini selama beberapa bulan terakhir, bahkan sempat bocor di awal 2025. Yang terjadi pekan lalu adalah kesalahan pada sisi server Microsoft yang membuat fitur tersembunyi di aplikasi OneDrive menjadi terlihat dan aktif bagi pengguna umum.
Alih-alih menampilkan antarmuka biasa, saklar di backend Microsoft seolah "terbalik", sehingga aplikasi OneDrive yang sudah terpasang di sistem tiba-tiba menampilkan pengalaman OneDrive Photos. Hal ini menjelaskan mengapa banyak pengguna melaporkan aplikasi ini muncul tanpa proses instalasi apa pun.
Kemunculan aplikasi ini dianggap mengganggu karena beberapa alasan. Pertama, aplikasi ini merupakan web app yang dikenal boros memori dan kurang responsif dibandingkan aplikasi native. Kedua, Windows 11 sebenarnya sudah memiliki aplikasi Windows Photos bawaan yang mumpuni untuk mengelola foto, termasuk foto yang tersimpan di OneDrive.
Ini bukan pertama kalinya Microsoft tertangkap memasang aplikasi secara paksa. Sistem operasi ini kerap dikritik karena menginstal otomatis aplikasi seperti Microsoft 365 Copilot tanpa persetujuan pengguna. Pola ini yang membuat sebagian pengguna merasa tidak nyaman dengan kebijakan perusahaan.
Meski mengakui kesalahan rilis, Microsoft menegaskan bahwa pengembangan OneDrive Photos akan tetap dilanjutkan. Perusahaan menyatakan akan mengumumkan peluncuran resmi yang lebih terkontrol untuk fitur ini di masa depan.
"Kami sangat antusias untuk mengajak Anda mencoba fitur foto OneDrive di desktop, web, dan mobile serta mendengar masukan Anda," tambah Teper.
Namun, hingga artikel ini ditulis, belum ada kejelasan apakah Microsoft akan menarik paksa aplikasi ini dari PC yang sudah terlanjur mendapatkannya. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa aplikasi "Photos (Preview)" masih muncul di pencarian Windows dan bisa dibuka, meski Microsoft telah mengakui kesalahan ini.
Kabar baiknya, pengakuan publik Microsoft terhadap kesalahan ini menunjukkan bahwa perusahaan mendengar keluhan pengguna. Langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa ke depannya, Microsoft akan lebih berhati-hati dalam merilis fitur eksperimental agar tidak terpasang paksa di perangkat pengguna.
Bagi pengguna Windows 11 yang tidak menginginkan aplikasi ini, disarankan untuk menunggu pembaruan sistem berikutnya. Microsoft biasanya akan merilis patch perbaikan untuk menarik aplikasi yang tidak diinginkan dalam beberapa pekan setelah insiden serupa terjadi.