Sekda Sumbar Beri Tenggat Sepekan ke 21 OPD untuk Susun Rencana Aksi Percepatan Nagari Creative Hub

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:55:01 WIB
Sekda Sumbar memberikan tenggat waktu satu pekan kepada 21 OPD untuk menyusun rencana aksi percepatan program Nagari Creative Hub.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekan 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masuk tim pendamping Program Unggulan Nagari/Desa Creative Hub (NCH) untuk segera bergerak. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, memberi waktu satu pekan bagi masing-masing instansi untuk menyusun rencana aksi enam bulan ke depan.

Arahan itu mengemuka dalam rapat koordinasi evaluasi dukungan perangkat daerah terhadap pelaksanaan NCH di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Selasa (11/8/2026). Hasil evaluasi internal menunjukkan kontribusi sejumlah OPD selama ini belum maksimal, padahal program ini menjadi salah satu prioritas unggulan pemprov.

Fokus Enam Bulan ke Depan: Bukan Sekadar Infrastruktur

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, menjelaskan bahwa secara fisik bangunan NCH di lokasi percontohan sudah berdiri. Namun, persoalan justru berada di hilir, yakni bagaimana produk-produk dari nagari bisa bersaing di pasar.

"Dari segi infrastruktur sudah tersedia dengan cukup baik. Hanya saja dari aspek digital marketing, standarisasi produk, strategi pemasaran, masa layak konsumsi produk, dan branding itu masih perlu penguatan," ungkap Medi usai rapat.

Ia menambahkan, Sekda meminta agar seluruh OPD terkait tidak lagi bekerja secara parsial. Setiap instansi harus memetakan tupoksinya masing-masing untuk menjawab persoalan di lapangan, bukan sekadar membuat laporan seremonial.

Kutipan Langsung Sekda: Laporan Ditunggu Senin Pekan Depan

"Seluruh OPD terkait diminta untuk menyusun rencana aksi yang akan dilakukan untuk mensukseskan program NCH. Tadi Pak Sekda memberikan OPD waktu satu minggu untuk menyusun rencana aksi untuk enam bulan ke depan, ia minta hasilnya sudah dilaporkan kepadanya senin pekan depan," jelas Medi Iswandi.

Tenggat yang ketat ini dinilai penting agar percepatan program tidak kehilangan momentum. Pemprov ingin memastikan setiap nagari yang menjadi percontohan memiliki pendampingan berkelanjutan, terutama dalam hal pemasaran digital dan jaminan mutu produk.

Apa yang Dievaluasi dari Program NCH?

Rapat evaluasi ini menjadi titik tolak perbaikan. Beberapa aspek yang disorot meliputi:

  • Penguatan kapasitas digital marketing bagi pengelola NCH di tingkat nagari.
  • Penerapan standarisasi produk agar layak ekspor dan memiliki daya saing.
  • Strategi branding yang belum seragam antar lokasi percontohan.
  • Pendampingan teknis terkait masa simpan dan keamanan pangan produk lokal.

Dengan adanya rencana aksi dari 21 OPD ini, Pemprov Sumbar berharap program NCH tidak hanya berhenti sebagai proyek fisik. Target utamanya adalah menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang hidup di nagari, dengan dukungan penuh dari birokrasi di tingkat provinsi.

Laporan rencana aksi dari masing-masing OPD akan menjadi dasar evaluasi berikutnya. Jika ada instansi yang dinilai tidak serius, bukan tidak mungkin akan ada langkah tegas dari Sekda pada rapat lanjutan pekan depan.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: binews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top