SAWAHLUNTO — Penyaluran zakat kali ini menyasar lima sektor prioritas, dengan porsi terbesar untuk pendidikan. Sebanyak 147 mahasiswa menerima bantuan senilai Rp217 juta, disusul 166 siswa SMP sebesar Rp58 juta, 140 siswa SD Rp42 juta, dan 87 siswa TK Rp21 juta.
Baznas juga memberikan beasiswa khusus kepada empat mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri dengan total dana Rp30 juta. Bantuan ini di luar skema beasiswa reguler yang diberikan kepada pelajar di dalam kota.
Pada sektor ekonomi, Baznas mengalokasikan Rp133 juta untuk modal usaha bagi 112 penerima. Ketua Baznas Kota Sawahlunto Edrizon Effendi mengatakan bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan dinilai layak mengembangkan kegiatan usahanya.
"Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima untuk mendukung kegiatan usaha," ujar Edrizon di Sawahlunto, Rabu.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Baznas menyalurkan bantuan biaya hidup kepada 173 penerima dengan total Rp103 juta. Selain itu, organisasi ini juga memberikan bantuan biaya berobat, pembayaran listrik dan PDAM, serta santunan bagi gharim atau orang yang terlilit utang.
Program bedah rumah tidak layak huni juga menjadi bagian dari penyaluran periode ini. Bantuan tersebut diberikan kepada penerima yang telah melewati verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengapresiasi proses verifikasi berlapis yang dijalankan Baznas dalam menetapkan penerima. Menurut dia, mekanisme ini penting untuk memastikan zakat tidak salah sasaran dan benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen terus bersinergi dengan Baznas untuk memperluas jangkauan mustahik. Langkah ini diambil agar warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh bantuan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.