PADANG — Nelayan dan pengguna transportasi laut di Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter yang diprakirakan berlangsung sampai 15 Agustus 2026. Peringatan ini disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur berdasarkan prakiraan yang diterbitkan 12 Agustus 2026.
Kondisi perairan Sumbar secara umum berawan hingga berpotensi hujan petir. Angin bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan bervariasi antara 2 hingga 12 knots.
Pada periode 13 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 14 Agustus pukul 06.00 WIB, hujan petir berpotensi terjadi di delapan wilayah perairan. Wilayah tersebut meliputi Perairan Agam-Pasaman Barat, Barat Siberut, Barat Sipora, Padang-Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Perairan Barat Pagai pada periode yang sama. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 3-12 knots.
Memasuki periode 14-15 Agustus, potensi hujan petir bergeser ke enam wilayah perairan. BMKG mencatat Perairan Agam-Pasaman Barat, Barat Pagai, Barat Siberut, Padang-Padang Pariaman, Timur Pagai, dan Timur Siberut berpotensi mengalami hujan petir.
BMKG Maritim Teluk Bayur mencatat sembilan wilayah perairan berpotensi dilanda gelombang setinggi 2,5 meter. Berikut daftar lengkapnya:
Pada periode yang sama, hujan ringan berpotensi terjadi di Perairan Barat Sipora, Pesisir Selatan, dan Timur Sipora. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 2-10 knots.
BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap mewaspadai perubahan cuaca dan kondisi gelombang. Potensi gelombang tinggi ini dapat mengganggu aktivitas penangkapan ikan maupun operasional kapal penyeberangan di perairan pesisir Sumbar.
Masyarakat pesisir diimbau memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG sebelum melaut atau melakukan perjalanan antarpulau. Perubahan cuaca yang cepat di perairan barat Sumatera kerap terjadi pada periode peralihan musim.