LUBUK BASUNG — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) senilai Rp229 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Dana tersebut direncanakan untuk memperbaiki berbagai infrastruktur milik daerah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi sepanjang tahun 2025.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak BNPB dalam pertemuan yang digelar di Padang, Rabu (12/8/2026).
Infrastruktur yang diajukan dalam usulan rehab rekon ini merupakan aset yang tercatat milik Pemerintah Kabupaten Agam dan menjadi kewenangan kabupaten untuk menanganinya. Beberapa di antaranya meliputi:
"Dana rehab rekon ini berasal dari BNPB dan berharap usulan kita disetujui nantinya," kata Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Kamis.
Sebelum dana cair, usulan tersebut bakal melalui tahap verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim dari pemerintah pusat. Hasil verifikasi ini nantinya menentukan berapa besar anggaran yang layak diterima oleh Kabupaten Agam dari total usulan Rp229 miliar.
"Tim bakal turun secepat mungkin ke lokasi terdampak bencana di Agam," tambahnya.
Rahmat Lasmono mengakui bahwa usulan ke BNPB tersebut berada di luar infrastruktur yang telah diusulkan sebelumnya pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Usulan R3P mencakup kerusakan yang lebih luas, termasuk infrastruktur, sekolah, lahan pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya.
Saat ini, proses perbaikan infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Agam telah mulai berjalan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Agam mempercepat pemulihan layanan publik pascabencana, terutama akses jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar warga. Dengan adanya tambahan dana dari BNPB, diharapkan proses pemulihan infrastruktur di daerah tersebut dapat berjalan lebih optimal.