PADANG — Kota Padang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan secara komprehensif, Padang dinilai unggul dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Penilaian tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian terkait, Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), hingga peninjauan lapangan dan wawancara mendalam.
Dalam kategori tersebut, Padang berhasil mengamankan posisi kedua di bawah Kota Sabang yang meraih peringkat pertama. Sementara itu, Kota Jambi harus puas menempati posisi ketiga. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa upaya Pemko Padang dalam pengelolaan lingkungan tidak berjalan di tempat.
Maigus Nasir menyebut penghargaan ini bukan sekadar prestasi seremonial, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh elemen kota. “Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi pengakuan atas kerja kolektif seluruh elemen kota dalam menciptakan lingkungan asri dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah program strategis yang dijalankan Pemko Padang. Selain program kebersihan rutin, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi tulang punggung capaian ini. Ke depan, Pemko Padang berkomitmen memperluas inovasi pengelolaan sampah serta memperkuat peran bank sampah di tingkat kelurahan.
Menariknya, pengelolaan lingkungan di Padang tidak berjalan sendiri. Pemko Padang turut memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta program unggulan Smart Surau. Sinergi antara kebersihan lingkungan dan penguatan ekonomi syariah ini menjadi strategi khas Padang dalam membangun kota yang berdaya saing sekaligus berkarakter.
Langkah berikutnya, Pemko Padang berencana mengintegrasikan program kebersihan dengan agenda smart city. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Padang sebagai kota pelopor lingkungan asri sekaligus pusat ekonomi syariah di Sumatera Barat. Dengan integrasi ini, pengelolaan sampah tidak lagi sekadar urusan kebersihan, tetapi bagian dari tata kelola kota modern.
Pencapaian ini juga memperkuat branding Padang sebagai destinasi “Padang Rancak” yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Bagi warga, penghargaan ini menjadi indikator bahwa upaya menjaga lingkungan yang selama ini dilakukan bersama-sama membuahkan hasil yang diakui di tingkat nasional.