PADANG — Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan bakal menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mulai Jumat (14/8) hingga Minggu (16/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau telah menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Kepulauan Mentawai, menyusul kemudian Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok pada hari berikutnya.
Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul dinamika atmosfer yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia. Masyarakat yang beraktivitas di daerah rawan bencana hidrometeorologi diminta untuk memantau informasi cuaca terkini.
Pada Jumat, BMKG menetapkan status siaga untuk Kepulauan Mentawai. Sementara itu, status waspada diberlakukan di 16 wilayah lainnya, termasuk Padang, Padang Pariaman, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.
Memasuki Sabtu (15/8), cuaca Sumbar diprakirakan cerah berawan pada pagi hari. Namun, hujan ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik pada siang, sore, dan dini hari, khususnya di Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan.
Pada Minggu (16/8), status siaga kembali ditetapkan untuk Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok. Hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Padang Pariaman, Pariaman, dan Padang pada pagi hari, kemudian berpindah ke Kepulauan Mentawai, Agam, dan Tanah Datar pada siang hingga malam hari.
BMKG mengingatkan warga yang berada di wilayah dengan status waspada dan siaga untuk tidak lengah. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang perlu diantisipasi sejak dini, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai atau lereng bukit.
Secara umum, suhu udara Sumatera Barat selama periode tersebut berkisar antara 18-32 derajat Celsius dengan kelembapan 65-98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4-28 kilometer per jam. Prakiraan cuaca ini disusun oleh Prakirawan BMKG Minangkabau pada Jumat pukul 09.00 WIB.