SUMATERA BARAT — Delapan wilayah yang masuk status Siaga tersebut tersebar di NTT dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan pemodelan BMKG, estimasi waktu tiba gelombang tsunami di wilayah-wilayah itu berada pada rentang pukul 05.02 hingga 05.46 WIB.
Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, dan Manggarai Barat bagian utara menjadi daerah dengan perkiraan waktu tiba paling awal, yakni sekitar pukul 05.02-05.03 WIB. Disusul Selayar pada pukul 05.04 WIB, Ende bagian utara pukul 05.05 WIB, Sikka bagian utara pukul 05.13 WIB, Jeneponto pukul 05.15 WIB, dan Bantaeng pada pukul 05.46 WIB.
BMKG menjelaskan status Siaga berarti pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah tersebut perlu memperhatikan peringatan yang dikeluarkan. Instruksi tindak lanjutnya jelas: segera mengarahkan warga untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Selain delapan wilayah Siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dalam status Waspada. Masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta untuk menjauhi pantai dan tepian sungai sebagai langkah antisipasi.
Dalam pembaruan informasi yang dirilis BMKG, tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi. Titik-titik tersebut meliputi Sikka, Labuan Bajo, Dompu, Flores Timur, dan Maurole, Ende.
Gelombang tertinggi yang tercatat dalam pembaruan tersebut mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 05.27 WIB. Data ini menjadi konfirmasi bahwa potensi bahaya yang diperingatkan sebelumnya benar-benar terjadi, meski ketinggiannya bervariasi di tiap lokasi.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BNPB. Informasi resmi dari BMKG juga menjadi rujukan utama untuk perkembangan situasi terkini.
Warga diimbau untuk tidak kembali ke kawasan pantai sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Peringatan dini ini dikeluarkan setelah gempa berkekuatan M 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, NTT, dan sebelumnya telah dinyatakan berpotensi menimbulkan tsunami di NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.