PADANG — Prosesi puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumatera Barat tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Selain upacara bendera, Pemprov Sumbar menggelar kirab Bendera Merah Putih dan Salinan Naskah Proklamasi dari Kantor Gubernur menuju Istana Gubernuran dengan moda transportasi tradisional.
Kirab dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sebelum prosesi upacara dimulai. Iring-iringan tidak hanya membawa simbol negara, tetapi juga menampilkan uda-uni yang mengenakan pakaian adat Nusantara.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Kabiro Umum) Provinsi Sumbar, Andree Harmadi Algamar, menjelaskan bendera dan naskah proklamasi akan diarak menggunakan bendi hias. Barisan kirab ini akan dikawal langsung oleh purna Paskibraka.
"Bendera dan Naskah Proklamasi dikirab ke lokasi upacara menggunakan kereta kencana atau bendi hias yang dibawa purna Paskibra. Ada juga iring-iringan uda-uni yang mengenakan pakaian adat Nusantara," ungkapnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan persiapan dilakukan secara matang. Pihaknya bersama sejumlah instansi terkait menggelar dua kali gladi resik, yakni gladi kotor pada Jumat pagi (14/8) dan gladi bersih pada Sabtu pagi (15/8).
"Guna mematangkan persiapan kita menggelar 2 kali gladi, gladi kotor hari ini dan gladi bersihnya Sabtu besok. Kegiatan kita mulai sejak pukul 07.30 hingga selesai," ujar Mahyeldi di Istana Gubernuran, Jumat (14/8/2026).
Ia berharap seluruh rangkaian peringatan dapat berlangsung lancar dan khidmat dari awal hingga akhir. Menurutnya, persiapan yang matang diperlukan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana.
Setelah prosesi kirab dan upacara bendera selesai, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan bertolak menuju Auditorium Gubernuran. Mereka akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI yang digelar di Istana Presiden secara virtual.
Dengan persiapan yang telah dimatangkan, Pemprov Sumbar optimistis peringatan tahun ini menjadi momen refleksi kemerdekaan yang berkesan bagi masyarakat, sekaligus menampilkan kekayaan budaya Nusantara di tengah prosesi sakral kenegaraan.