BUKITTINGGI — Kehadiran kantor kolaborasi ini diharapkan memangkas birokrasi bagi pasien Sumbar yang membutuhkan penanganan medis lanjutan di luar negeri. Fasilitas ini menjadi pusat informasi dan rujukan resmi pertama dari rumah sakit Malaysia di Ranah Minamo, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengurus administrasi secara mandiri dari jarak jauh.
Kerja sama ini melibatkan tiga institusi sekaligus: UFDK, PT Mitra Karya, dan Putra Specialist Hospital Melaka. Gubernur Mahyeldi menilai kolaborasi lintas negara ini tidak hanya membuka akses layanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang peningkatan kapasitas tenaga medis dan mahasiswa kedokteran lokal.
CEO Putra Specialist Hospital Melaka, Encik Muhammad Zairuddin bin Ahmad, menegaskan kantor ini bukan sekadar etalase administratif. Menurutnya, fasilitas itu dirancang untuk memastikan seluruh proses rujukan berjalan tertata, mulai dari konsultasi awal hingga perencanaan perawatan.
“Kami mau memastikan proses rujukan pesakit dapat dilaksanakan dengan lebih mudah, tersusun, dan lancar, daripada mendapatkan maklumat awal, proses konsultasi dan rujukan sehinggalah kepada perancangan rawatan,” ujarnya dalam sambutan peresmian.
Mahyeldi menyebut kolaborasi ini membuka peluang emas bagi mahasiswa UFDK untuk menimba pengalaman internasional. Kompetensi yang didapat di rumah sakit Malaysia tersebut diharapkan menjadi bekal saat mereka kembali mengabdi di fasilitas kesehatan dalam negeri.
“Tidak ada sesuatu yang akan sukses tanpa adanya kerja sama dan kolaborasi,” kata Mahyeldi. Ia menambahkan, pengalaman di luar negeri dapat meningkatkan kualitas SDM kesehatan Sumbar secara signifikan.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan jejaring serupa dengan institusi luar negeri. Pertukaran tenaga ahli dan teknologi dianggap mampu mempercepat peningkatan layanan kesehatan di daerah.
Kerja sama ini juga berpeluang meluas ke sektor wisata medis. Pasien dari Sumbar yang berobat ke Melaka dapat mengenal budaya dan destinasi wisata di Malaysia, sementara warga Melaka berpotensi menikmati pariwisata Minangkabau melalui hubungan yang semakin erat.
Mahyeldi berharap kantor kolaborasi ini menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Sumbar-Melaka. “Yang paling penting adalah manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik dalam bidang kesehatan maupun pendidikan,” pungkasnya.