PADANG — Ruas jalan strategis di Sumatera Barat yang sempat lumpuh akibat bencana kini kembali berfungsi normal. Pembukaan jalur Lembah Anai pada 27 Juli 2026 menandai selesainya seluruh rangkaian pekerjaan penanganan pascabencana yang dikerjakan Hutama Karya Infrastruktur (HKI).
Pemulihan jalur ini menjadi prioritas karena Lembah Anai merupakan akses utama yang menghubungkan Padang, Tanah Datar, dan Bukittinggi. Konektivitas yang pulih langsung berdampak pada mobilitas warga serta distribusi logistik antarkota.
PT Bhirawa Steel memegang peran penting dalam penyelesaian proyek ini. Perusahaan tersebut memasok 3.342,94 ton baja tulangan beton Grade 420 untuk kebutuhan konstruksi.
Selain baja tulangan, Bhirawa Steel juga menyuplai 140 ton bronjong D10 Grade 420. Bronjong ini difabrikasi secara khusus sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Material bronjong dibuat dari baja tulangan beton D10 Grade 420 dengan spasi 150 mm dan dimensi 2 × 1 × 0,5 meter. Spesifikasi ini dirancang untuk menahan tekanan tanah dan air di kawasan rawan longsor.
Bronjong berfungsi sebagai penahan tebing yang rentan longsor, terutama di musim hujan. Struktur anyaman baja ini memberikan fleksibilitas sekaligus kekuatan untuk mengamankan badan jalan.
Pemilihan material Grade 420 menunjukkan standar kekuatan tinggi yang digunakan dalam proyek ini. Hal ini penting mengingat kontur Lembah Anai yang berada di lereng curam dengan intensitas curah hujan tinggi.
Dengan dibukanya kembali jalur ini, waktu tempuh antarkota kembali normal. Aktivitas ekonomi di tiga daerah yang terhubung langsung pulih tanpa hambatan berarti.
Jalur Lembah Anai juga menjadi rute utama pariwisata menuju Bukittinggi dan kawasan dataran tinggi lainnya. Pemulihan akses ini sekaligus menghidupkan kembali sektor usaha mikro di sepanjang koridor jalan.
Penyelesaian proyek ini menjadi catatan penting dalam upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat. Ke depan, perawatan berkala tetap diperlukan untuk menjaga ketahanan jalur terhadap potensi bencana susulan.