SUMATERA BARAT — Gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga memutus jalur komunikasi ribuan warga. Menyadari kebutuhan mendesak tersebut, Telkom Group langsung mengerahkan tim teknis dan menyiapkan skema bantuan konektivitas bagi masyarakat di wilayah terdampak seperti Nagekeo, Manggarai Timur, Alor, hingga Ende.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menegaskan, akses komunikasi menjadi kebutuhan kritis saat bencana, baik bagi warga yang ingin memastikan kondisi keluarga maupun petugas yang melakukan evakuasi dan penanganan di lapangan.
"Oleh karena itu, Telkom Group menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategi dan masyarakat tetap memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8).
Bagi pelanggan Telkomsel yang rumahnya terdampak, perusahaan menyediakan Paket Darurat berisi 3GB kuota internet, 1.000 SMS, dan 300 menit telepon. Paket ini bisa dibeli hanya dengan Rp1 dan berlaku tujuh hari. Pelanggan cukup mengetik *888*20# untuk mengaktifkannya.
Selain itu, Telkom Group membagikan kartu perdana SIMPATI gratis dan voucer kuota kepada warga yang membutuhkan di lokasi pengungsian. Posko-posko pengungsian juga dilengkapi akses internet gratis agar masyarakat bisa berkomunikasi atau mengakses informasi terkini.
Untuk layanan informasi, perusahaan membuka Hotline Tanggap Bencana di nomor 0800-111-9000. Layanan ini bebas pulsa dan beroperasi 24 jam untuk menjawab pertanyaan warga mengenai kondisi jaringan dan perkembangan penanganan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan, pada awal bencana sekitar 50 persen BTS Telkomsel mengalami gangguan. Namun, berkat koordinasi cepat dan pasokan listrik yang mulai pulih, sebagian besar jaringan sudah beroperasi normal.
"Alhamdulillah trafik sudah berlangsung normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel gangguan, namun saat ini sejalan dengan upaya perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih," jelas Dian, Minggu (16/8).
Hingga saat ini, 85 persen dari 735 menara BTS telah kembali menyala. Di sektor fixed broadband, sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang sempat terdampak sudah pulih kurang dari 24 jam. Secara keseluruhan, 16.788 dari 17.062 pelanggan IndiHome—atau setara 98,3 persen—telah menikmati layanan kembali.
Meski sejumlah kabel fiber optik di darat dan laut sempat terputus, jaringan backbone utama Telkom Group masih berfungsi berkat jalur cadangan. Untuk mempercepat pemulihan, perusahaan menerjunkan 300 personel teknis ke wilayah bencana.
Tim tersebut bertugas melakukan asesmen kerusakan, memperbaiki jaringan, dan menangani infrastruktur pendukung. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, dengan prioritas utama pada titik-titik pengungsian serta keselamatan warga.
Telkom Group juga mengoperasikan genset bergerak dan tetap di berbagai lokasi untuk menjaga layanan tetap menyala selama pasokan listrik dari PLN belum sepenuhnya normal. Langkah ini memastikan masyarakat di pengungsian tetap bisa terhubung dengan kerabat dan mendapatkan informasi bantuan secara real-time.