DHARMASRAYA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) menggandeng pemuda Jorong Seberang Mimpi untuk bertransformasi dari sekadar pengguna media sosial menjadi garda terdepan edukasi lingkungan. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan risiko bencana alam melalui penyebaran informasi yang masif dan tepat sasaran.
Ketua Pelaksana PKM Aprimadedi, M.Pd., menyebut posisi pemuda sangat strategis karena mereka dekat dengan masyarakat sekaligus melek teknologi. "Program dilaksanakan selama empat bulan dari Mei hingga Agustus 2026 dengan fokus pada peningkatan pengetahuan lingkungan, penguatan kapasitas organisasi kepemudaan, serta pemanfaatan media digital untuk edukasi," ujarnya di Dharmasraya, Selasa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan workshop ekoliterasi. Dalam lokakarya tersebut, para pemuda diajak mengkaji ulang perilaku sehari-hari yang selama ini dianggap wajar, tetapi ternyata berdampak buruk bagi lingkungan dan berpotensi meningkatkan risiko bencana.
Materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori. Tim PKM Undhari mendorong pemuda untuk mampu mengedukasi warga dengan bahasa yang sederhana, santun, dan mudah diterima di tengah masyarakat.
Selain ekoliterasi, program ini juga mencakup pelatihan manajemen organisasi kepemudaan. Peserta dibekali kemampuan membagi tugas, menyusun kegiatan, membangun komunikasi, serta bekerja secara kolaboratif agar organisasi lebih solid dan berkelanjutan.
Pada tahap akhir, pemuda mendapat pendampingan pembuatan konten edukasi digital. Mereka dibimbing memproduksi poster digital, video pendek, dan materi kampanye untuk media sosial yang informatif sekaligus menarik.
Ketua Ikatan Pemuda Jorong Seberang Mimpi, M Jufie Pratama, mengapresiasi program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi anggotanya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang lingkungan, organisasi, dan cara membuat konten edukasi," katanya. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas.
Hasil pendampingan selama empat bulan menunjukkan peningkatan kapasitas pemuda dalam memahami peran mereka sebagai agen perubahan. Mereka kini lebih paham bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif yang melibatkan generasi muda.
Kemampuan mengelola organisasi dan memproduksi konten edukasi diharapkan menjadi modal bagi Ikatan Pemuda Jorong Seberang Mimpi untuk menjalankan kegiatan sosial dan lingkungan secara mandiri. Media sosial pun diarahkan menjadi sarana edukasi yang mampu memperluas jangkauan pesan kepedulian lingkungan kepada warga. Tim PKM Undhari berharap program ini terus berlanjut setelah masa pendampingan berakhir.