General Fusion Catatkan Saham di Nasdaq, Kantongi Rp2,3 Triliun untuk Garap Reaktor LM26

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:09:01 WIB
General Fusion resmi tercatat di bursa Nasdaq dengan kode saham GFUZ, mengantongi dana Rp2,3 triliun untuk pengembangan reaktor LM26.

SUMATERA BARAT — General Fusion bukan sekadar perusahaan energi biasa. Setelah resmi tercatat di Nasdaq dengan kode saham GFUZ pada Juli 2026, mereka menjadi perusahaan fusi pertama yang go public. Dana segar hasil kombinasi bisnis dengan Spring Valley Acquisition Corp III itu langsung dialokasikan untuk program andalan mereka, Lawson Machine 26 (LM26).

Uang segar itu akan membiayai program LM26 melewati beberapa tonggak teknis hingga akhir 2028. Bagi yang belum familiar, LM26 adalah mesin uji yang dirancang untuk membuktikan bahwa pendekatan Magnetized Target Fusion (MTF) mereka bisa menghasilkan energi bersih secara komersial.

Terobosan Teknis: Plasma 8,4 Juta Derajat Celsius

Sebelum melantai di bursa, tim teknis General Fusion sudah mengumumkan progres signifikan pada LM26. Mereka berhasil memanaskan plasma hingga sekitar 0,72 keV, setara 8,4 juta derajat Celsius, menggunakan kompresi liner lithium.

Angka ini masih di bawah target jangka pendek mereka, yaitu 1 keV. Namun, ini langkah penting menuju target 10 keV dan akhirnya mencapai kriteria Lawson, titik di mana plasma menghasilkan energi fusi bersih. Mereka mempublikasikan hasil ini di jurnal peer-reviewed.

Kolaborasi dengan General Atomics dan Ekspansi ke Italia

Untuk fase kedua program LM26, General Fusion menggandeng General Atomics Energy Group. Kolaborasi ini fokus pada pengembangan diagnostik plasma yang mampu mengukur suhu di atas 10 keV, atau sekitar 100 juta derajat Celsius. Ini bukan sekadar proyek riset—ini kebutuhan teknis untuk validasi mesin.

Di sisi komersial, mereka meneken perjanjian kerangka kerja berbasis tonggak dengan Renexia S.p.A., anak perusahaan Toto Group. Kesepakatan ini membuka peluang deployment teknologi fusi mereka di Italia. Ini sinyal bahwa General Fusion serius membangun ekosistem sebelum era komersialisasi dimulai.

Strategi Menuju PLTN Fusi Pertama pada 2035

CEO General Fusion, Greg Twinney, menegaskan bahwa pendekatan MTF mereka dirancang untuk menghindari kompleksitas teknologi fusi lain. Mesin mereka memakai material industri dan rantai pasok yang sudah ada, bukan teknologi eksotis yang mahal.

"Kami percaya fusi sedang mendekati titik infleksi penting," ujar Twinney dalam siaran resmi. "Kemajuan puluhan tahun di fisika plasma, komputasi kinerja tinggi, manufaktur canggih, dan kontrol digital bertemu dengan permintaan global yang terus tumbuh akan listrik beban dasar yang bersih."

Prioritas jangka pendek mereka jelas: mencapai 1 keV, lalu 10 keV, dan akhirnya kriteria Lawson. Setelah itu, mereka menargetkan pembangunan pembangkit fusi komersial pertama sekitar tahun 2035. Bagi pengamat energi, ini proyek yang layak dipantau karena pendekatannya berbeda dari kompetitor seperti ITER atau startup fusi lainnya.

General Fusion berkantor pusat di Vancouver, Kanada, dan berdiri sejak 2002. Pendanaan mereka berasal dari investor global, termasuk perusahaan modal ventura energi terkemuka dan pelopor teknologi.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: indovizka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top