SUMATERA BARAT — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memilih energi surya sebagai solusi menghadirkan listrik di tengah tantangan geografis yang sulit dijangkau jaringan konvensional. Dua PLTS berkapasitas masing-masing 30 kW ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah memperkecil kesenjangan layanan dasar antara perkotaan dan kawasan terpencil.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel Youw, mengungkapkan PLTS nomor 22 di Distrik Dervos diproyeksikan melayani 71 rumah. Sementara PLTS nomor 23 di Distrik Doufo bakal mengaliri listrik untuk 114 rumah.
"Pada akhir bulan ini, Bapak Gubernur berencana meresmikan dua PLTS di Kabupaten Puncak, masing-masing berkapasitas 30 kW," kata Emanuel dalam keterangannya di Nabire, Rabu (19/8/2026).
Kehadiran pembangkit mandiri ini menjadi jawaban atas keterbatasan infrastruktur kelistrikan di wilayah yang secara administratif masuk dalam Provinsi Papua Tengah. Dengan sistem off-grid, masyarakat tidak lagi bergantung pada perluasan jaringan listrik konvensional yang memakan waktu dan biaya besar.
Pembangunan infrastruktur energi ini dirancang memberikan efek berantai bagi aktivitas sosial-ekonomi warga. Emanuel menegaskan ketersediaan listrik 24 jam nonstop akan mendukung kegiatan pendidikan, layanan kesehatan, komunikasi, hingga membuka peluang usaha produktif di dua distrik tersebut.
"Artinya, dua listrik tersebut akan menyala selama 24 jam. Tentunya Pemprov Papua Tengah telah berkomitmen untuk memberikan layanan listrik secara mandiri di daerah pinggiran dan daerah terisolasi," ujarnya.
Wilayah Kabupaten Puncak dikenal memiliki medan berat dengan akses jalan terbatas, menjadikan pembangunan infrastruktur konvensional membutuhkan biaya tinggi. PLTS menjadi pilihan strategis karena dapat dibangun modular di lokasi terpencil tanpa memerlukan jaringan transmisi panjang.
Peresmian dua pembangkit listrik tenaga surya ini menegaskan arah pembangunan Papua Tengah yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar seperti Nabire atau Timika. Bagi masyarakat Dervos dan Doufo, hadirnya listrik menjadi modal penting membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup.
Pemprov Papua Tengah berkomitmen terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau masyarakat di wilayah paling terpencil. Dengan total kapasitas 60 kW yang melayani 185 rumah, proyek ini menjadi salah satu langkah konkret pemerataan pembangunan sekaligus transisi menuju energi bersih di Papua.