SUMATERA BARAT — Persaingan antara OpenAI dan Anthropic untuk merebut pasar enterprise semakin memanas. Setelah Anthropic memberlakukan kebijakan penyimpanan data pelanggan selama 30 hari untuk model-model tertentu, OpenAI merespons dengan menawarkan pendekatan privasi yang lebih ketat.
Perusahaan yang bermarkas di San Francisco itu mengumumkan layanan baru bernama Private Safety Processing, sebuah sistem otomatis yang dirancang untuk memantau penyalahgunaan model AI tanpa menyimpan data pengguna sama sekali.
Private Safety Processing bekerja dengan menganalisis input dan output dari berbagai sesi percakapan, bukan hanya satu sesi tunggal. Sistem ini menggunakan agen otomatis yang menilai interaksi lintas sesi untuk mencari tanda-tanda penyalahgunaan, seperti upaya merancang malware yang sengaja dipecah dalam beberapa percakapan agar tidak terdeteksi.
Jika sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan, ia mengirim "sinyal terbatas" ke OpenAI yang menunjukkan jenis aktivitas spesifik. Berdasarkan sinyal itu, OpenAI memutuskan apakah perlu tindakan lanjutan. Jika diperlukan, perusahaan akan menghubungi pelanggan untuk klarifikasi, dan pelanggan bisa memilih untuk berbagi data secara sukarela.
Pendekatan ini berseberangan dengan kebijakan Anthropic yang diumumkan Juli lalu. Anthropic menyimpan seluruh sesi dan percakapan pengguna selama 30 hari untuk model "covered models", termasuk semua model kelas Mythos dan model masa depan dengan kemampuan serupa. Kebijakan ini memungkinkan tim Anthropic meninjau data pelanggan, meski hanya melalui jalur akses terbatas yang melibatkan sejumlah kecil peninjau yang disetujui.
OpenAI sebenarnya sudah menerapkan kebijakan Zero Data Retention (ZDR) yang menggunakan agen dalam API untuk memantau penyalahgunaan per sesi. Private Safety Processing disebut sebagai perluasan dari ZDR dengan cakupan lebih luas—memantau pola lintas sesi untuk menangkap aktor jahat yang menyebar aktivitasnya dalam beberapa percakapan.
Anthropic juga sebagian besar mematuhi ZDR, kecuali untuk model yang masuk kategori "covered models". Perbedaan inilah yang menjadi celah kompetitif bagi OpenAI.
Langkah ini muncul di tengah persaingan sengit kedua perusahaan. Laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan pendapatan kuartal kedua OpenAI melambat dibandingkan Anthropic. Anthropic dikabarkan mencapai annualized revenue run rate sebesar USD 65 miliar, dan investor menyebut perusahaan berpotensi melantai di bursa dengan valuasi USD 2 triliun. OpenAI juga tengah menyiapkan IPO-nya.
Bagi perusahaan yang menangani data sensitif dalam jumlah besar, kebijakan privasi menjadi faktor krusial dalam memilih penyedia layanan AI. Kehadiran Private Safety Processing memberi opsi bagi enterprise yang ingin memanfaatkan model AI canggih tanpa harus mengorbankan kerahasiaan data mereka.
Layanan ini masih dalam tahap pratinjau untuk pelanggan terpilih. Belum ada informasi mengenai jadwal ketersediaan umum atau harga untuk pasar Indonesia.