SUMATERA BARAT — Keputusan Arsenal mengejar Konsa bukan tanpa alasan. William Saliba dipastikan absen dalam waktu lama akibat cedera punggung yang juga memaksanya pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026. Jurrien Timber, bek kanan pilihan pertama, juga harus menepi beberapa pekan ke depan karena masalah pangkal paha.
Dengan situasi itu, Arteta hanya memiliki Ben White sebagai bek kanan murni yang fit, plus Cristhian Mosquera sebagai satu-satunya bek tengah kanan pendamping Gabriel Magalhaes. Masalah muncul jika White kembali cedera—Mosquera harus geser ke kanan dan Arteta enggan memasang dua bek kiri di posisi tengah.
Riccardo Calafiori lebih sering dimainkan sebagai bek kiri karena kontribusi serangnya yang tidak terduga. Piero Hincapie, yang kontrak permanennya sudah ditebus musim ini, juga berpostur kidal. Alhasil, opsi bek tengah kanan murni di skuad inti hanya Saliba dan Mosquera.
Konsa datang sebagai jawaban atas ketimpangan itu. Pemain berusia 28 tahun ini bukan sekadar pelapis—ia berada di puncak karier dan baru saja mengangkat trofi Liga Europa bersama Aston Villa musim lalu. Ia juga menjadi starter dalam tujuh dari delapan laga Inggris di Piala Dunia 2026.
Angka-angka Konsa musim lalu menjelaskan ketertarikan Arsenal. Ia menempati peringkat pertama duel darat dengan tingkat keberhasilan 73,1 persen dan akurasi operan 95 persen—yang terbaik di antara semua pemain, bukan hanya bek, di Premier League.
Catatannya konsisten di panggung internasional. Dalam tujuh penampilan di Piala Dunia, akurasi operannya mencapai 97 persen. Ia juga masuk lima besar bek dengan ball carry lebih dari lima meter, menunjukkan kemampuannya membawa bola keluar dari tekanan.
Pertanyaan besar di kalangan penggemar adalah peran Konsa saat Saliba dan Gabriel kembali pulih. Di atas kertas, lini belakang utama—Timber, Saliba, Gabriel, Calafiori—sulit ditembus. Namun Arsenal bermain 63 laga musim lalu di semua kompetisi, termasuk final Liga Champions dan Carabao Cup.
Arteta sendiri menegaskan pentingnya kedalaman skuad. "Itu tergantung pada kemampuan dan sejarah para pemain," ujarnya. "Kami harus memahami apa yang terjadi musim lalu, catatan cedera, dan fleksibilitas pemain. Kami akan menemukan angka yang tepat antara kompetisi dan kerja sama tim."
Dengan kedatangan Konsa, total belanja Arsenal musim panas ini menembus £150 juta, menyusul pembelian Bruno Guimaraes (£75 juta) dan Christos Tzolis (£34 juta). Klub asal London utara itu jelas tidak berniat berpuas diri setelah mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.