Reses di Aie Dingin, Warga Minta Agus Syahdeman Kawal Pemekaran Nagari Sungai Gando hingga Pembangunan Kantor Wali Nagari

Penulis: Ridwan Azhari  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:56:01 WIB
Warga menyampaikan aspirasi terkait pemekaran Nagari Sungai Gando kepada Agus Syahdeman saat reses di Jorong Cubadak, Sabtu (22/8/2026).

SOLOK — Rencana pemekaran Nagari Aie Dingin menjadi Nagari Sungai Gando membutuhkan pendampingan ekstra dari pemerintah provinsi. Hal ini disampaikan langsung oleh anak nagari, Endra Putra Gunawan, di hadapan Agus Syahdeman saat reses di Jorong Cubadak, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Endra, proses pemekaran sebenarnya telah mendapatkan pengesahan melalui paripurna DPRD Kabupaten Solok. Namun, realisasi penuh masih membutuhkan waktu karena sejumlah persyaratan administrasi belum tuntas.

“Untuk bisa terealisasi secara keseluruhan, prosesnya masih membutuhkan waktu. Paling cepat diperkirakan tiga sampai lima tahun, karena masih menunggu kelengkapan administrasi dan persyaratan lainnya,” ujar Endra.

Kantor Wali Nagari di Bukit Vila Jadi Prioritas Pertama

Dalam kesempatan itu, Endra secara khusus meminta dukungan Agus Syahdeman untuk membantu pembangunan kantor Wali Nagari Sungai Gando. Rencananya, kantor tersebut akan didirikan di kawasan Bukit Vila, Jorong Cubadak.

Keberadaan kantor wali nagari dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang kesiapan pemerintahan nagari yang sedang dipersiapkan. Tanpa infrastruktur ini, proses transisi administrasi dari Nagari Aie Dingin ke Nagari Sungai Gando dipastikan berjalan lambat.

Menanggapi permintaan tersebut, Agus Syahdeman menyatakan siap membantu memperjuangkan pembangunan kantor wali nagari tersebut. Namun, ia meminta pemerintah dan masyarakat menyiapkan proposal serta kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

“Siapkan proposal dan administrasinya. Nanti kita lihat dan kita bantu perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” ujar ASD.

Efisiensi Dana Nagari Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Agus Syahdeman mengakui bahwa kondisi anggaran nagari saat ini tengah mengalami efisiensi. Situasi ini, menurutnya, menuntut adanya kerja sama lintas sektor agar pembangunan di tengah masyarakat tetap berjalan.

“Dana nagari hari ini juga mengalami efisiensi. Karena itu, kita membutuhkan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Nagari Aie Dingin bukanlah daerah yang asing baginya. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dengan dirinya diharapkan dapat terus terjalin, khususnya dalam mengawal kebutuhan pembangunan.

Selain Pemekaran, Kelompok Tani Juga Jadi Perhatian

Di luar persoalan pemekaran dan pembangunan kantor nagari, Agus Syahdeman juga menyatakan komitmennya untuk membantu sejumlah program masyarakat lainnya. Beberapa di antaranya menyangkut penguatan kelompok tani dan pembangunan jalan usaha tani.

Kebutuhan-kebutuhan ini dinilai berkaitan langsung dengan upaya peningkatan perekonomian masyarakat Aie Dingin yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.

Reses yang turut dihadiri Ketua BPN Aie Dingin Amrizal, tokoh masyarakat Tarmuji, Founder Idea Corner Syafni Nola Putri, serta Bundo Kanduang ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan nyata mereka. Harapannya, aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat dikawal hingga masuk dalam program pembangunan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: scientia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top