Polres Agam Jaring 30 Sepeda Motor Knalpot Brong di Lubuk Basung, Banyak Pengendara di Bawah Umur

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:40:31 WIB
Petugas kepolisian mendata sepeda motor yang diamankan dalam razia knalpot brong di Lubuk Basung, Sabtu (22/8/2026) malam.

Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat, mengamankan 30 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar atau brong di sejumlah lokasi di pusat pemerintahan Lubuk Basung, Sabtu (22/8/2026) malam. Kasat Lantas Polres Agam Iptu Tika Permata Murni menyebut sebagian besar pelanggar merupakan remaja di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

LUBUK BASUNG — Razia knalpot brong yang digelar Polres Agam pada Sabtu malam berujung pada penindakan terhadap puluhan kendaraan bermotor. Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang resah dengan kebisingan dan aksi balap liar di tengah kota.

Iptu Tika Permata Murni menjelaskan, puluhan sepeda motor tersebut diamankan dari kawasan perkantoran Bupati Agam, GOR Rang Agam, dan beberapa titik lain yang selama ini kerap dijadikan lokasi balap liar. Kendaraan yang terjaring langsung dilakukan pendataan dan penilangan.

Dominasi Pengendara di Bawah Umur

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi menemukan banyak pengendara yang masih berstatus pelajar dan belum cukup umur untuk memiliki SIM. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih jika kendaraan digunakan untuk aksi freestyle atau balap liar di jalan umum.

"Kendaraan yang diamankan telah didata. Pemilik kendaraan selanjutnya diminta melengkapi dokumen kendaraan serta mengembalikan kondisi sepeda motor sesuai dengan standar yang berlaku," kata Iptu Tika Permata Murni di Lubuk Basung, Minggu.

Mengapa Patroli Ditingkatkan?

Penindakan ini merupakan respons atas keresahan masyarakat yang terganggu oleh suara knalpot tidak standar serta aktivitas pengendara yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Polres Agam menurunkan tim khusus untuk menyasar lokasi-lokasi yang sering dijadikan ajang balap liar pada malam akhir pekan.

Patroli malam pun mulai ditingkatkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di wilayah Lubuk Basung. Polisi menegaskan bahwa patroli ini tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kesadaran berlalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan keamanan di tengah masyarakat.

"Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mengingatkan para pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas," tegasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan kawasan Lubuk Basung, khususnya pada malam akhir pekan, tetap menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top