PESISIR SELATAN — Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merasakan getaran gempa bumi pada Senin dini hari. Guncangan tersebut bersumber dari gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,0 yang berpusat di laut, sekitar 73 kilometer barat laut Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 2,04 Lintang Selatan dan 100,74 Bujur Timur. Kedalaman hiposenternya tercatat 30 kilometer, yang masuk kategori gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust segmen Mentawai-Pagai.
Meski episenternya berada di perairan Bengkulu, guncangan dilaporkan terasa hingga ke daratan Sumatera Barat bagian selatan. BMKG menyebut skala intensitas getaran di wilayah Pesisir Selatan mencapai II hingga III MMI, yang artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Belum ada laporan resmi dari BPBD setempat mengenai dampak kerusakan di Pesisir Selatan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab terkait potensi gempa susulan.
Kepala pelaksana BPBD setempat mengingatkan warga untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di pesisir pantai. Ketika merasakan guncangan kuat, segera berlindung di bawah meja atau keluar menuju lapangan terbuka yang jauh dari bangunan tinggi dan pohon besar.
Untuk informasi terkini dan akurat, masyarakat diminta memantau kanal resmi BMKG melalui aplikasi Info BMKG, media sosial, atau website resmi. Hindari mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya yang beredar di grup percakapan.
Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa pesisir barat Sumatera, termasuk Sumatera Barat dan Bengkulu, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Hal ini disebabkan oleh pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia yang membentuk palung laut dalam di lepas pantai barat Sumatera.
BMKG terus melakukan pemantauan dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat di daerah rawan gempa. Masyarakat diharapkan memahami jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan masing-masing untuk meminimalisir risiko saat terjadi gempa berkekuatan besar.