PADANG — Keputusan ini merupakan hasil musyawarah Tim Penetapan Harga TBS Mitra Provinsi Sumatera Barat yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Aula Bidang Perkebunan, Jalan Jenderal Rasuna Said Nomor 77, Padang. Koreksi harga ini berlaku untuk pengiriman atau panen pada rentang 15 hingga 21 Agustus 2026.
Turunnya harga TBS ini otomatis memengaruhi pendapatan harian pekebun. Jika sebelumnya dengan harga Rp4.055,81 per kilogram, petani dengan hasil panen 1 ton bisa membawa pulang sekitar Rp4 juta, kini dengan harga baru, pendapatan mereka berkurang sekitar Rp113 ribu per tonnya.
Rincian Patokan Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanaman
Dalam berita acara resmi Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, patokan harga TBS dibedakan berdasarkan tingkat umur tanaman. Hal ini karena produktivitas dan rendemen minyak sawit yang dihasilkan berbeda-beda pada setiap fase pertumbuhan.
Berikut rincian lengkap harga TBS kelapa sawit untuk periode III Agustus 2026:
- Usia 3 tahun: Rp3.100,10 per kilogram
- Usia 4 tahun: Rp3.275,07 per kilogram
- Usia 5 tahun: Rp3.468,96 per kilogram
- Usia 6 tahun: Rp3.581,47 per kilogram
- Usia 8 tahun: Rp3.855,95 per kilogram
Fluktuasi Harga dan Dampaknya bagi Pekebun di Sumbar
Penurunan ini melanjutkan tren fluktuatif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pada periode II Agustus, harga sempat menyentuh level Rp4.055,81 per kilogram. Kini, harga kembali merosot, membuat para petani di sejumlah sentra sawit seperti Pesisir Selatan, Dharmasraya, dan Pasaman Barat harus mengatur ulang strategi pengelolaan kebun mereka.
Meski begitu, Tim Penetapan Harga TBS memastikan bahwa angka yang dikeluarkan telah memperhitungkan harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan kernel di pasar global. Mekanisme ini menjadi acuan standar agar harga di tingkat petani tetap adil dan transparan.
Dinas Perkebunan setempat mengimbau para pekebun untuk tetap menjaga kualitas buah dan memastikan pemanenan dilakukan pada waktu yang tepat. Buah dengan tingkat kematangan yang sesuai akan menghasilkan rendemen minyak lebih tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual di tingkat pabrik.