PADANG — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di perbatasan Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Tasliatul Fuaddi, menyebut fenomena ini merupakan kiriman dari provinsi tetangga dan berdampak pada penurunan jarak pandang serta kualitas udara di daerah terdampak.
Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, serta sebagian wilayah Tanah Datar dan Solok. “Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga,” ujar Tasliatul Fuaddi di Padang.
Berdasarkan data ISPU per 23 Agustus, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Meski demikian, jarak pandang di daerah-daerah itu mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari normal.
Pemprov Sumbar tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Tasliatul Fuaddi meminta warga mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan. “Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini,” katanya.
Pemprov Sumbar memastikan asap yang menyelimuti wilayahnya bukan berasal dari titik api di dalam provinsi. Klaim ini diperkuat dengan data penurunan drastis jumlah titik api di Sumbar.
Pada periode 1-13 Agustus 2026, tercatat 232 titik api di Sumbar. Jumlah tersebut menurun lebih dari lima puluh persen pada periode 14-23 Agustus 2026, yakni menjadi hanya 103 titik api. “Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga,” jelas Tasliatul Fuaddi.
Data dari Sipongi Gakkum Kehutanan pada periode yang sama menunjukkan kondisi sebaliknya di provinsi tetangga. Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik api terbanyak dengan 4.975 titik, disusul Riau dengan 1.433 titik, dan Jambi sebanyak 1.281 titik.
Adapun Provinsi Bengkulu dan Sumatera Utara terpantau lebih rendah, masing-masing pada angka 154 titik dan 214 titik. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kabut asap yang menyelimuti perbatasan Sumbar merupakan kiriman dari provinsi-provinsi tersebut.