Kabut Asap Selimuti Dharmasraya, Distribusi MBG untuk 3.426 Siswa TK-PAUD Dihentikan Sementara

Penulis: Fadhli Usman  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:37:31 WIB
Kabut asap menyelimuti Dharmasraya, Sumatera Barat, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 125–130 pada Rabu.

DHARMASRAYA — Ribuan siswa TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terpaksa kehilangan jatah makan bergizi gratisnya dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, sekolah diliburkan karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Dharmasraya, Ririn Anggraini, memastikan distribusi MBG untuk jenjang TK dan PAUD dihentikan selama masa libur berlangsung. Kebijakan ini diambil karena tidak ada kegiatan pembelajaran di sekolah penerima manfaat.

"SPPG yang melayani TK dan PAUD sementara tidak melakukan distribusi karena sekolah diliburkan," kata Ririn di Pulau Punjung, Kamis.

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, menyebut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah itu berada di kisaran 125–130 pada Rabu. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kelompok sensitif, termasuk anak-anak.

Kondisi ini yang mendorong Pemkab Dharmasraya mengambil langkah preventif dengan meliburkan siswa TK dan PAUD. Sekolah dijadwalkan kembali beroperasi pada Senin, namun masa libur bisa diperpanjang jika udara belum membaik.

Penyaluran untuk Jenjang Lain Tetap Jalan

Ririn menegaskan, penghentian distribusi hanya menyasar sekolah yang diliburkan. Untuk jenjang pendidikan lainnya, penyaluran MBG tetap berjalan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebijakan masing-masing sekolah.

Informasi mengenai sekolah yang diliburkan diperoleh dari person in charge (PIC) atau penanggung jawab penerima manfaat MBG. Keputusan ini juga telah dikonfirmasi ke seluruh SPPG yang bertugas melayani siswa TK dan PAUD.

Libur Sekolah sebagai Langkah Antisipasi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, menyebut kebijakan libur ini ditempuh sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan perpanjangan masa libur.

Kabut asap yang melanda Dharmasraya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dampaknya terhadap kesehatan anak usia dini yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap pencemaran udara.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: fajarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top