PLN Energi Gas dan Polda Kaltim Perketat Pengamanan Infrastruktur Gas di Tanjung Batu

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:03:31 WIB
PLN Energi Gas dan Polda Kaltim menandatangani Pedoman Kerja Teknis pengamanan infrastruktur gas di Tanjung Batu.

SUMATERA BARAT — Keamanan infrastruktur energi vital menjadi prioritas utama PLN Energi Gas. Anak usaha PT PLN (Persero) ini memilih memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian melalui mekanisme formal yang dituangkan dalam Pedoman Kerja Teknis. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan respons atas kebutuhan pengamanan aset yang semakin kompleks di kawasan industri Tanjung Batu.

Direktur Operasi PLN Energi Gas, Mohammad Faradhy, menegaskan bahwa kelancaran operasional infrastruktur energi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis mesin dan peralatan. Dukungan serta kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya aparat keamanan, menjadi faktor penentu.

"Koordinasi yang semakin kuat diharapkan mampu menjaga pengamanan aset dan kegiatan operasional di Tanjung Batu berjalan optimal, sekaligus mendukung keandalan penyediaan energi," ujar Faradhy dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Mengapa Pengamanan Unit Tanjung Batu Krusial?

Unit Tanjung Batu memiliki peran strategis dalam mata rantai pasokan energi di Kalimantan Timur. Lokasi ini menopang keandalan sistem pembangkitan yang melayani kebutuhan listrik masyarakat dan industri. Jika terjadi gangguan keamanan, dampaknya bisa berlapis: pasokan gas terganggu, pembangkit listrik ikut terdampak, dan pada akhirnya masyarakat merasakan pemadaman.

Oleh karena itu, aspek keamanan ditempatkan sebagai fondasi utama. Melalui PKT, kedua institusi menyelaraskan prosedur teknis pengamanan di lapangan. Sementara itu, mekanisme Analisis dan Evaluasi (Anev) menjadi alat untuk mengaudit implementasi jasa pengamanan yang berjalan, sekaligus mencari celah perbaikan secara berkala.

Sinergi untuk Antisipasi Dini Gangguan

Direktur Pamobvit Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Agus Fajaruddin, menyambut baik penguatan kerja sama ini. Ia menekankan bahwa komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan korporasi adalah kunci untuk mencegah potensi gangguan sebelum terjadi.

"Melalui sinergi yang telah terbangun, kami berharap setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Dengan begitu, kegiatan operasional di Unit Tanjung Batu dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif," kata Agus.

Kerja sama ini mencerminkan pola pengamanan objek vital nasional yang melibatkan kepolisian sebagai garda terdepan. Bagi PLN EG, kepastian keamanan ini juga berarti jaminan kelangsungan operasional yang berdampak langsung pada keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di Kalimantan Timur.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top