Laba ADRO Naik 76,8 Persen Jadi USD309,36 Juta, Ditopang Segmen Tambang

Penulis: Fadhli Usman  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:20:02 WIB
Laba bersih ADRO naik 76,8 persen menjadi USD309,36 juta pada semester pertama tahun ini.

SUMATERA BARAT — Emiten tambang milik konglomerat Garibaldi Thohir dan Boy Thohir ini mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah fluktuasi harga komoditas global. Pendapatan usaha perseroan naik dari USD857,69 juta pada enam bulan pertama 2025 menjadi USD999,24 juta di periode yang sama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat (28/8/2026), mesin pendapatan ADRO masih bertumpu pada segmen pertambangan batu bara. Segmen ini menyumbang USD581,80 juta, disusul jasa pengolahan pertambangan sebesar USD470,81 juta, dan pendapatan lain-lain sebesar USD28,87 juta.

Beban Naik, Margin Tetap Tebal

Kenaikan pendapatan tentu diiringi beban pokok yang ikut membengkak. Beban pokok pendapatan ADRO tercatat USD576,55 juta, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, perseroan masih mampu mengerek laba kotor menjadi USD422,68 juta.

Angka ini menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga. Artinya, dari setiap dolar pendapatan yang masuk, lebih dari 42 persen berhasil dipertahankan sebagai laba kotor sebelum dikurangi beban operasional lain.

Kinerja Operasional di Tengah Tekanan Industri

Pencapaian ini menarik dicermati karena industri batu bara sedang menghadapi tekanan dari kebijakan transisi energi dan fluktuasi harga internasional. Namun ADRO justru mampu memperlebar margin laba dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, ADRO juga tengah bertransformasi. Perseroan yang sebelumnya dikenal dengan nama Adaro Energy ini telah mengubah identitas menjadi Alamtri Resources Indonesia, menandai pergeseran strategi bisnis jangka panjang.

Kinerja keuangan yang solid ini tentu menjadi kabar baik bagi investor. Dengan laba bersih yang tumbuh hampir 77 persen, ADRO menunjukkan daya tahan bisnisnya di tengah ketidakpastian pasar global. Para analis akan mencermati apakah momentum pertumbuhan ini bisa dipertahankan hingga akhir tahun, terutama jika harga batu bara kembali bergejolak di kuartal ketiga dan keempat.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top